Rabu, 18 Juni 2014

RISMA #1



Bunda....
Engkau di depan 
Ketika para Lelaki Pemimpin tak sanggup memberi solusi
Engkau lantang berteriak 
Ketika si Jantan Pemimpin cuma bisa terdiam
Engkau menyingsingkan lengan mu
Ketika para Pria Ustadz hanya mengeluarkan suara
Engkau mengorbankan jiwa ragamu
Ketika yang lain bersembunyi sebagai pengecut dibalik mobil dinas mewahnya

Bunda ....
Nyalimu sebesar harimau Putih yang di tunggangi Mbah Sa'adi
Leluhur pendiri Kediri

Bunda.......
layaknya seorang ibu
Engkau memahami benar
Apa yang bisa merusak akhlak anak-anakmu

Bunda....
Salut dan penghargaan sebesar-besarnya untuk dirimu



Sabtu, 14 Juni 2014

Motivasi #1




Seorang tua sedang berjalan pulang dari memotong kayu di gunung, diperjalanan dia berjumpa seorang pemuda yg baru saja menangkap seekor kupu2 di genggamannya.. 
Pemuda ini menantang orang tua itu. 
"Hei pak tua, gimana kalau kita bertaruh ?"
 "Gimana bertaruhnya ?" tanya org tua itu.
 "coba tebak kupu2 dalam genggamanku ini hidup atau mati ? Kalau kamu kalah, sepikul kayu itu jadi milik ku." jawab sang pemuda. 
Si pak tua setuju, lalu menebak, "kupu2 dalam genggamanmu itu mati." 
Sang pemuda ketawa ngakak, "kamu salah." 
Sambil membuka genggamnya, kupu2 itu pun terbang pergi. 
Si pak tua berkata, "baiklah, kayu ini milikmu." 
Setelah itu dia menaruh pikulan kayunya dan pergi dengan gembira. Si pemuda tidak mengerti kenapa pak tua itu begitu gembira, tapi karena mendapat sepikul kayu bakar, dia dengan gembira juga membawanya pulang. 
Sesampainya di rumah, Ayah si pemuda bertanya soal asal muasal sepikul kayu itu. Si pemuda bercerita dg semangat.... 
Sang ayah marah setelah mendengar cerita si anak, dan berkata, "kamu mengira kamu betul menang ? Kamu kalah tapi tidak mengetahui bagaimana kalahnya." 
Si anak sedih dan bingung . Sang ayah memerintahkan anaknya memikul kayunya, berdua mereka mengantarkan kayu itu ke rumah pak tua itu dan minta maaf kepadanya. 
Si pak tua hanya mengangguk, tersenyum tanpa bilang apa-apa. Dalam perjalanan pulang, si anak bertanya soal ketidak mengertiannya. 
Sang ayah menarik napas panjang, menerangkan, "pak tua itu sengaja bilang kalau kupu2 itu sudah mati, supaya kamu mau melepaskan kupu2 itu, sehingga kamu menang. Kalau dia bilang kupu2nya hidup, mungkin kamu akan meremas kupu2 dalam genggamanmu hinga mati, agar kamu yg menang. Beliau kalah sepikul kayu, tapi memenangkan KASIH."

Selamat pagi Sahabat.... Manusia kadang seperti anak tersebut ada di mana2 .... dalam dunia ini. Mari kita membuka diri untuk berlaku berani dan bijak seperti pak tua itu..

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...