Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

ADZAN PERTAMA DENDY

Biduk

Karya : Maruddin Er Faraqqi


Untaian kata yang kau tulis.

Tersirat deru nafas hidupmu,

Mengejar asa dan citamu.

Kata yang terangkai dalam kalimatmu...

Tersurat gelombang menghantam bidukmu...

Kalimat yang tersusun dalam paragrafmu..

Terlukis dan tergambar peluh perjuang hidupmu..

Ingin kulempar jangkar hidupKu tuk meraih biduk hidupmu.

Namun betapa jauh kau terhempas ke dalam samudramu.

Kuhempaskan biduk ku di tepi ini...

Dan menanti angin melabuhkan bidukmu

Pada dermagaKu

Kereta Senja

Karya : Maruddin Er Farraqy




Yogya-Jakarta seperempat perjalanan sudah.


Kulewati dalam ke sendirian.


Terpikir akan seseorang di sebrang sana.

Andaikan ia bisa menemani pejalanan ini.

Terasa dingin AC gerbong ini,

Gelak tawa, senyum manis, menghias perjalanan ini,

Aku sandarkan lelah dalam bahunya,

Gengam erat jari tangan diatas paha ini,

Semakin lepas laju kreta ini semakin erat peluk cinta dan sayang

Semakin cepat tiba disana.

Sayang ini hanya pandangan diluar jendela gerbong ini

Hingga bosan 8 jam dalam perjalanan ini.



Kalbu dalam Nada Biola

Karya : Johari Mustafa Suara rintihan mendesis teriris
Mengalun dalam nada biola
Gesekan yg menyayatkan kalbu
Terurai lembaran gelap dibelakang
Disitulah ada tangisan, tawa, sedu
Sedih, hampa ,galau yg beriringan
Mengisi silih berganti dalam rotasi
Waktu renung yg kelam dalm renta
Tangis yg punya banyak alasan
Terpekur dalam nada rintih
Penuh sesak sarat derita
Gesekan biola yg bercerita
Lamunan yg larut hanyut ke arus
Dalam malam dekap
Lelaki ringkih tertatih termenung
Padam terlelap sepi sendiri
Dikaki malam gulita gelapkan
Pandangan yg rabun kekaburan
Menggoreskan mata hati
Pada lengkingan biola
Yg terus menjeritkan perih
Berdarah pedih dalm bayangan
Ini masa lalu itu masa kini
Satu persatu menghujamkan
Bara menuntun langkah pulang
Tunduk simpuh luluh terpuruk
Disunyi alam ilahi mengadu
Sayatan demi sayatan yg teriring
Terdengar makin nyaring
Kesuraman senja di umur yg renta
Adalah barisan kalimah
Tersimpun tersimpul dalam simpu
Didalam ........... sanubari gersang
Uraia…

Puisi Karya Noor Maryam

TENTANGMU
Melihatmu Sesuatu yang indah yang tak bisa ku tulis Disitu ada cerita tak berbuku Ada rindu yang tak pernah habis diburu Cerita baru setiap aku menghampirimu Kadang tentang alismu yang hitam Kadang tentang bibirmu yang mengejar gelas kopi Atau tentangmu yang telah pergi..."

LELAKIMU,AKU DAN KAMU
Maafkan perempuanku Atas rindu yang kurasakan pada lelakimu Kurindui dirinya Kubayangi langkahnya dalam setiap lagu yang kudengar Setiap kisah yang ku tonton Aku masukkan lelakimu Lelaki yang tak bisa kuhapus dari sudut - sudut ingatanku
Perempuanku Aku mengerti kita tak mungkin berbagi dalam satu hati lelaki Aku dan kamupun tak pernah inginkan itu Biarlah aku membuntutinya dalam dosa indahku Mengenang lelakimu yang tertulis dilembar jejakku