Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari November, 2013

Humor Ambon

OMA PINK

Satu hari bagini ada Oma Mince lewat deng dia pung motor metic..
Pas lampu merah Oma pun berhenti, tp waktu lampu ijo manyala oma seng jalan.
Akhirnya polantas datang tegur Oma.

Polantas: "Oma... itu sudah lampu ijo kenapa seng jalan?"
Oma: "Beta ada tunggu beta punk warna kesukaan ini nyong e "
Polantas: "Barang oma suka warna apa??"
Oma: PINK gitu Loh!

Hahahaeee...


OPA ROMANTIS

Opa ni tiap kali panggel oma selalu deng panggilan darling, sayang, honey...
-opa: darling su makang...???
-opa: sayang tehnya mana...???
-opa: honey mau ikut...???
-cucu: Opa ni paleng romantis paskali eee... akang pung rahasia apa??
-opa: sssssstttttt mari sini opa bisi-bisi,,, se jang bilang2 par oma eee...???
-cucu: barang kanapa Opa...???
-opa: Opa su lupa Oma pung nama...



NONA PU PILIHAN

Lia Nona manis di sablah, Nyong Ambon langsung sok akrab
“Adik manis, boleh beta bertanya? Tipe pria yang kamu sukai yang seperti apa sih?”
“Aku suka pria Jawa. Mereka lembut da…

Senangnya Jumpa Penulis Kalimantan Timur

Silaturahmi memang selalu membawa berkah. Tak beda dengan silaturahmi yang digelar komunitas menulis Perempuan Penulis Kaltim pada Jum’at, 01 November 2013. Pertemuan bulanan pertama Perempuan Penulis Kaltim atau yang akrab disebut dengan PMeski sudah sering kali mengadakan pertemuan, namun pertemuan kali ini sedikit berbeda. Tanya kenapa? Karena ini adalah pertemuan rutin bulanan pertama yang dilakukan PPK. Sebelumnya pertemuan PPK dilaksanakan kondisional jika ada hal khusus yang perlu dibicarakan.

Pertemuan bulanan pertama yang digagas PPK tersebut dilaksanakan di rumah salah satu pengurus PPK, Haziah Ans. Tepatnya di Jl. Pemuda IV, Gg. Hj. Nusu. Pertemuan dimulai setelah sholat ashar hingga hampir menjelang maghrib.
Hadir dalam acara ini ketua FLP Yaman, Arul Chairullah, penulis buku kumpulan cerpen Akasia dan Lelaki dalam Kisah, Imam Dairoby Mashur, beberapa mahasiswa STAIN Samarinda dan tentunya anggota PPK sendiri.

Dengan hadirnya banyak penulis dari berbagai kalanga…

Puisi-Puisi Sahabat dalam "Goresan Pena Sang Perindu"

DIRIMU
( Marudin Er Faraqi )

Kau memang tidak bisa memasuki kehidupan 'Ku
Tapi kau bisa menjadi bagian hidupku
Yang tak bisa kumiliku tapi ada pada dirimu.
Kau tak bisa jadi diriku aku pun tak bisa jadi dirimu,
Tapi jadilah seperti apa yang dirimu inginkan,
Mengorbitlah pada diriku seperti bulan mengitari matahari dan memberikan sinarnya pada bumi. Janganlah terpana pada kasat mata tapi terpanalah pada apa yang hati lihat..
Biarkan sesuatu itu tumbuh
Pupuklah dengan rasa Mu.
Agar tumbuh menaungiMu dan menyejukan Mu.
Jadilah sahabat yang bisa mengasah batu menjadi permata..


YANG TERBACA
( Noor Maryam )

Untuk bunga yg terinjak siang tadi
Dengung kumbang
Atau capung yg menunduk mencuri jejak matahari
Kamu saksi Imaji..
Bukti nyata ruang yg tak bisa ku gali
Tangis yg berkantong - kantong pecah
Segera ku donorkan pada lipatan buku Akasia
Yg dimana bayangnya menyalip sudut halaman
Sebuah tikungan patah - patah
Lensa basah di ujung kisah


DILEMA CINTA
(Pipih Purbaningrat)

Berjalan pada t…

TRAGEDI KARBALA

MERANGKAK

Termanggu meratap
Menghiba di keheningan
Telah hilang semua kata manis
Berganti sumpah serapah dan caci makimu
Terdiam
Beberapa waktu berlalu
Semua terasa kelam
Ketika semua berakhir
Padaku terbentang jalan
Membenamkan diri dalam sedih dan dendam
Atau tetap merangkak maju walau cabik berdarah memerihkan hati
Aku memilih merangkak
Dia telah memburamkan segala masa bersamaku
Menghapus dan membuang seperti barang yang tak terpakai
Tapi
Aku masih Hidup
Tuhan masih memberiku hidup
Aku harus berbuat mensyukuri hidup
Perlahan melupakan luka tak diinginkan
Maju sedikit demi sedikit
walaupun harus merangkak
Dan mengobati luka ini
sampai benar-benar sembuh

Malaikat-malaikatku

Aku hanya ingin berbagi bahagia Ketika peluh telah mengering Ketika beban telah terangkat
Datanglah Ketika semilir angin membawa bau kembang Dengan merekah senyum yang tersungging
Rengkuhlah Setiap musim semi yang indah Setiap langkah yang terhentak dengan keras
Tegaklah Bila mendung menyaput hari cerah Bila kaki tersandung tajam bebatuan
Majulah Karena tak setiap duka ada derita Karena tak setiap onak ada durinya
Kembangkanlah sayapmu Demi waktu yang pasti akan indah Demi Cita yang akan terlaksana
Banjarbaru, 08 November 2013

Nyanyian Jiwa by Iwan Fals

Nyanyian jiwa
Bersayap menembus awan jingga
Mega mega
Terburai diterjang halilintar

Mata hati
Bagai pisau merobek sangsi
Hari ini
Kutelan semua masa lalu

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri oh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hati haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hai haruslah diasah

Menjeritlah
Menjeritlah selagi bisa
Menangislah
Jika itu dianggap penyelesaian

Biru biru biru biruku
Hitam hitam hitam hitamku

Aku sering ditikam cinta
Pernah dilemparkan badai
Tapi aku tetap berdiri ohoh

Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hati haruslah diasah
Nyanyian jiwa haruslah dijaga
Mata hati haruslah diasah