Sabtu, 14 September 2013

Wanita Soleha untuk Pria Soleh






Tulisan oleh :
Forum Orangtua Santri Asuh (FOSA) Indonesia

Selain karena memang takdir, ada hal lain yang barang kali membuat pernikahannya tertunda. Ada sedikit noda di wajahnya yang kutahu, selama ini sering menimbulkan gatal dan bikin pusing kepala. Dan karena noda inilah, muncul perasaan gundah gulana. Ya, noda itulah yang membuat beberapa ikhwan seperti punya alasan seragam. Yang single atau yang duda sekalipun, selalu saja jawabannya, “Kalalu bisa yang lain saja, Pak.”

Kami, aku dan suamiku yang menjadi perantara untuk mencarikannya jodoh merasa sedih dan prihatin mendengar alasan tersebut. Para ikhwan ini kok ya kompak sekali jawabannya, padahal berasal dari daerah yang berbeda. Kami memang tidak pernah menyampaikan semua penolakan dari ikhwan kepada si akhwat. Sebab, jawaban itu pasti bakal membuat hatinya terluka.

Gadis muslimah ini sebenarnya luar biasa. Atas segala ketentuan Allah atas dirinya yang tak kunjung mendapat jodoh, dia selalu berusaha sabar. Kekhawatiran orang tuapun disikapi dengan tenang dan penuh kesabaran. Juga gunjingan dari tetangga yang seringkali menyakiti hati. Pernah katanya, ia mendapat lontaran ucapan menyakitkan, “Mana ada lelaki yang mau dengan kamu.” Sebagai saudara yang membantu pencarian jodohnya, kami ikut sakit hati. Tega nian orang itu, semoga Allah mengampuninya.

Tapi, ada juga yang saking perhatiannya, sampai-sampai menyarankan temanku untuk mandi kembang… (?!) tak ketinggalan resep dan mantra juga diberikan, bunyinya begini, “Perjaka dari barat, timur, utara dan selatan… datanglah…!” Na’udzubillah, bikin geli. Kalau benar-benar datang semua gimana? Malah gawat kan?

Sabar, lapang dada dan tetap berprasangka baik kepada Allah. Energi positif ini terus saja di himpun dalam ruang kalbunya. Jodoh memang benar-benar rahasia Allah. Di satu sisi dia optimis akan bertemu jodohnya. Tapi di sisi lain hatinya serasa patah dan berbisik, “Andai memang tak ada jodoh di dunia ini, berikanlah jodohku di Jannah, Ya Allah…”

Sampai suatu ketika, Allah menuntun hatinya untuk memberanikan diri berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah untukku lelaki shalih yang bertaqwa dan berakhlak mulia. Yang tampan dan lebih muda usianya dariku.”

Subhanallah, itu permohonan yang jauh dari keputusasaan. Diperlukan kemantapan dan keberanian hati untuk memanjatkannya. Khususnya bagi temanku yang menurut sebagian orang wajahnya biasa saja.

Dibalik penantian panjang dan melelahkan hati serta fikiran, ada kepasrahan yang total kepada Yang Mahakuasa. Saat hati merasa tak berdaya itulah akghirnya yang dinanti tiba. Sesuatu yang tak disangka, seorang pemuda melamarnya. Alhamdulillah.

Kupeluk dia dengan penuh kelegaan. Sujud syukurku turut terhatur kepada Allah atas karunia yang dilimpahkan-Nya. Tentu saat itu, dialah yang menjadi orang paling bahagia karena telah ditemukan dengan belahan jiwanya. Terlebih lagi, Allah mengabulkan semua keriteria yang pernah dimintanya.

Subhanallah. Lelaki yang datang melamarnya adalah lelaki yang shalih insyaallah, berpostur tinggi besar, wajah lumayan dan usianya lebih muda darinya. Para tetangga pun pada heboh dan penasaran. Sampai-sampai, ada seorang ibu yang saking tidak percayanya terbengong kala memandang wajah calon suaminya. Karena tengah berjalan, si ibu sampai nabrak tiang listrik pinggir jalan. Ibu…ibu… ada-ada saja. Aku jadi ingat kisah Nabi Yusuf.

Yap, buah dari kesabaran itu indah dan membahagiakan. Kini mereka telah dikaruniai anak-anak yang lucu. Doaku untuk mereka, Semoga Allah memberi keberkahan pada keluarganya.

Keshalihatan dan kesabaran hatinya merupakan kecantikannya yang sejati hingga membuat Allah mengaruniakan padanya lelaki terbaik. Seprtinya, dialah the real beauty yang berjodoh dengan the best, lelaki terbaik, insyaallah. Wala nuzakki ‘alallahi ahada. Hanya Allah yang tahu jati diri seseorang.

Untuk saudaraku yang shalih, dari pengalaman tadi, janganlah anda tergesa menolak gadis muslimah yang memiliki sedikit kekurangan. Tidak ada salahnya menggali informasi lebih dalam dan teliti mengenali dirinya. Bagaimana akhlaknya, bagaimana sikap kepeduliannya pada sesama, bagaimana ketawadhu’an dan keteguhannya di jalan dakwah, atau baktinya kepada orangtua. Jangan sampai menyesal karena melewatkan dan menolak wanita yang sebenarnya adalah mutiara.

Meskipun, tentu saja tidak ada salahnya mencari yang cantik, cerdas, langsing, putih, tinggi, kaya plus anak satu-satunya, misalnya. Itu hak anda. Hanya saja, perlu di ingat, anda sedang mencari “manusia”. Karena manusia, pasti akan ada sisi kurangnya. Kecuali anda mencarinya dengan berjihad dan akhirnya syahid dijalan Allah, tentulah jodoh anda akan sempurna dari segala sisinya. Cuma, makhluk itu tidak ada di dunia.

Keshalihatan haruslah menjadi kriteria yang diutamakan. Keshalihatanlah yang akan memunculkan kesejukan dan menumbuhkan cinta yang murni, yang ditumbuhkan langsung oleh rahmat Allah. Cinta yang akan menyejukkan hati anda dan menjaga keutuhan rumah tangga. Bukan cinta sementara yang tumbuh dari nafsu, yang sangat mungkin akan pudar jika nafsu mulai enggan.

Jadi carilah mutiara sejati. Keshalihatan itulah kecantikan sejati yang abadi. Dan jika anda mendapatkannya, berbahagialah. Itu karunia yang luar biasa Semoga Allah memudahkan jodoh anda semua. Aamiin. (Muslimah, Wonosobo).

------------------------------------
========================

Sahabat FOSA (Forum Orangtua Santri Asuh) di manapun berada yang semoga selalu dalam naungan hidayah Alloh Taála,

ingat...!!

KESHALIHATANLAH YANG AKAN MEMUNCULKAN KESEJUKAN DAN MENUMBUHKAN CINTA YANG MURNI, YANG DITUMBUHKAN LANGSUNG OLEH RAHMAT ALLAH. CINTA YANG AKAN MENYEJUKKAN HATI ANDA DAN MENJAGA KEUTUHAN RUMAH TANGGA. BUKAN CINTA SEMENTARA YANG TUMBUH DARI NAFSU, YANG SANGAT MUNGKIN AKAN PUDAR JIKA NAFSU MULAI ENGGAN
SEMOGA KISAH NYATA di atas memberikan pelajaran yang bermanfaat kepada kita semua, aamiin....

By
Forum Orangtua Santri Asuh (FOSA) Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...