Kamis, 22 Agustus 2013

12 Ribu Penari di Sail Komodo Indonesia Buton 2013





Sebanyak 12.500 penari menyambut peserta Sail Indonesia Komodo 2013, yang tiba di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (sultra), Rabu (21/8).

Sail Indonesia yang telah dilepas dari Darwin, Australia sejak (27/07) pukul 11 pagi waktu setempat, akan berlayar menuju Pulau Komodo dan berakhir pada (9/10). Namun dalam pelayarannya, mereka  singgah selama tiga hari di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Mari Elka Pangestu, yang menghadiri acara ini sempat melihat langsung kegiatan Ekonomi Kreatif dari masyarakat di Buton.

Gubernur Sulawesi tenggara Nur Alam, Rabu (21/08/2013) mengapresiasi langsung kedatangan Mari Elka Pangestu di Buton. “Biasanya Menteri Pariwisata hanya datang ke Jogja dan Bali, di dua tempat tersebut memang terkenal tempat pariwisatanya. Tetapi kalau di Buton ini belum terkenal, dan kami sangat bersyukur karena Ibu Menteri mau datang ke sini,” katanya.

Mari Elka Pangestu mengaku merasa takjub dengan keindahan alam yang ada di Buton. “Saya hanya bisa setengah hari disini, tetapi Buton ini cukup indah. Dari Bandara menuju Buton, saya juga sudah melihat kegiatan perekonomian masyarakatnya luar biasa,” ungkapnya seraya berharap bisa kembali ke Buton untuk mencoba keindahan bawah laut di Buton.
Buton merupakan salah satu kota pusaka karena memiliki kesultanan  dengan pusat pemerintahan utama di keraton Buton.

Kesultanan Buton sudah ada sejak 1538 dengan Sultan pertama bernama Lakilaponto yang sekaligus menjadi raja terakhir di Buton.

Untuk melindungi Buton dari serangan luar, dibuatlah sebuah benteng khusus yang panjangnya mencapai 3 km sekaligus menjadi benteng keraton terluas di dunia.

Di luar benteng utama yang melindungi pusat keraton tersebut, juga terdapat benteng-benteng kecil di sekeliling Buton sehingga wilayah tersebut juga dikenal dengan sebutan negeri seribu benteng.

"Di Buton ini, kita tidak hanya bisa menyelam dan snorkling, tetapi ada daya tarik sejarah, budaya, dan kuliner, serta seni pertunjukan tari dan percampuran budaya. Semua dihadirkan secara lengkap di sini," ujarnya.

Untuk mengapresiasi kekayaan budaya dan wisata bahari yang ada di Buton, Mari berencana membuat film dokumenter mengenai potensi wisata di daerah tersebut.

"Dalam kunjungan pertama ini, saya membawa 3 orang untuk membuat film tentang daerah ini."

Dengan segala potensinya tersebut, Buton juga menjadi salah satu kota yang disinggahi oleh Sail Komodo Indonesia yang melakukan pelayaran untuk menjelajahi sekaligus mempromosikan wisata bahari, budaya, dan wisata alam di Indonesia.

Dapatkan buku :
LELAKI DALAM KISAH






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...