Sabtu, 31 Agustus 2013

Lelaki Dalam Kisah



Judul Buku : Lelaki dalam Kisah
Jenis            : Kumpulan Cerita pendek
Halaman     : 78 Halaman




Semoga buku ini bisa menambah literasi di Nusantara......

Buku ini adalah buku kumpulan cerita pendek diantaranya :
Kisah 1 Lelaki kotor 1
Kisah 2 Lelaki kotor 2
Kisah 3 Cermin tak Berbingkai
Kisah 4 Sajadah Merah
Kisah 5 Lelaki dalam ruang
Kisah 6 Lelaki usia 41
Kisah 7 Lelaki dan langit Jingga
Kisah 8 A New Day
Kisah 9 Hati seluas telaga
Kisah 10 Burung pun lelah terbang

Deskripsi:
Kita sering menghitung berapa banyak orang menyakiti kita dan meninggalkan kita, tetapi kita tak pernah menghitung berapa banyak kita telah meninggalkan Tuhan dan Tuhan tak sekali pun meninggalkan kita.

Dalam buku ini terangkum beberapa kisah tentang bertahan dalam kesabaran seorang lelaki. Sabar laksana kepompong sebelum menjadi kupu-kupu yang indah. Sabar seperti pohon pinus yang bertahan di musim salju, untuk menebar harum di musim semi. Sabar layaknya daun jati yang daunnya

berguguran di musim kemarau, untuk bersemi hijau kembali di musim penghujan.Sabar teramatlah sulit, tetapi sabar adalah benteng tangguh keselamatan diri dari keputusasaan.
(IDM - Penulis)

info order/tanya2 silahkan :
TELP/SMS Di 081241713764
PIN BB 57F6199C

Kamis, 22 Agustus 2013

12 Ribu Penari di Sail Komodo Indonesia Buton 2013





Sebanyak 12.500 penari menyambut peserta Sail Indonesia Komodo 2013, yang tiba di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (sultra), Rabu (21/8).

Sail Indonesia yang telah dilepas dari Darwin, Australia sejak (27/07) pukul 11 pagi waktu setempat, akan berlayar menuju Pulau Komodo dan berakhir pada (9/10). Namun dalam pelayarannya, mereka  singgah selama tiga hari di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Mari Elka Pangestu, yang menghadiri acara ini sempat melihat langsung kegiatan Ekonomi Kreatif dari masyarakat di Buton.

Gubernur Sulawesi tenggara Nur Alam, Rabu (21/08/2013) mengapresiasi langsung kedatangan Mari Elka Pangestu di Buton. “Biasanya Menteri Pariwisata hanya datang ke Jogja dan Bali, di dua tempat tersebut memang terkenal tempat pariwisatanya. Tetapi kalau di Buton ini belum terkenal, dan kami sangat bersyukur karena Ibu Menteri mau datang ke sini,” katanya.

Mari Elka Pangestu mengaku merasa takjub dengan keindahan alam yang ada di Buton. “Saya hanya bisa setengah hari disini, tetapi Buton ini cukup indah. Dari Bandara menuju Buton, saya juga sudah melihat kegiatan perekonomian masyarakatnya luar biasa,” ungkapnya seraya berharap bisa kembali ke Buton untuk mencoba keindahan bawah laut di Buton.
Buton merupakan salah satu kota pusaka karena memiliki kesultanan  dengan pusat pemerintahan utama di keraton Buton.

Kesultanan Buton sudah ada sejak 1538 dengan Sultan pertama bernama Lakilaponto yang sekaligus menjadi raja terakhir di Buton.

Untuk melindungi Buton dari serangan luar, dibuatlah sebuah benteng khusus yang panjangnya mencapai 3 km sekaligus menjadi benteng keraton terluas di dunia.

Di luar benteng utama yang melindungi pusat keraton tersebut, juga terdapat benteng-benteng kecil di sekeliling Buton sehingga wilayah tersebut juga dikenal dengan sebutan negeri seribu benteng.

"Di Buton ini, kita tidak hanya bisa menyelam dan snorkling, tetapi ada daya tarik sejarah, budaya, dan kuliner, serta seni pertunjukan tari dan percampuran budaya. Semua dihadirkan secara lengkap di sini," ujarnya.

Untuk mengapresiasi kekayaan budaya dan wisata bahari yang ada di Buton, Mari berencana membuat film dokumenter mengenai potensi wisata di daerah tersebut.

"Dalam kunjungan pertama ini, saya membawa 3 orang untuk membuat film tentang daerah ini."

Dengan segala potensinya tersebut, Buton juga menjadi salah satu kota yang disinggahi oleh Sail Komodo Indonesia yang melakukan pelayaran untuk menjelajahi sekaligus mempromosikan wisata bahari, budaya, dan wisata alam di Indonesia.

Rabu, 14 Agustus 2013

Lebaran di Kota Apam Barabai



Seperti lebaran tahun sebelumnya aku tak melewatkan berkumpul bersama keluarga kecilku. Ada beberapa alasan yang menjadikan aku tak ingin Mudik ke kampung halaman kala lebaran. Alasan utama adalah melesatnya harga ticket yang gila-gilaan ( persis kayak lagu grup pemilik kaki langsing Changcuters ).

Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kalimantan Selatan, sedangkan keluargaku di daerah Sulawesi tenggara. Pada hari-hari biasa aku harus menghabiskan dana Rp. 2.000.000,- untuk ticket pesawat terbang Pulang pergi. Sedangkan untuk masa-masa menjelang lebaran harganya meningkat lebih dari 100 persen.

Daripada aku memberikan duitku untuk menggemukan maskapai penerbangan lebih baik ku kirimkan saja buat keluargaku. Tetapi resikonya aku tak bisa berlebaran dengan mereka. Alhamdulillah alasan tadi cukup membuat keluarga mengerti. Lagi pula aku memang sudah mengunjungi mereka sebulan sebelum puasa, dimana harga tiket yang masih normal juga aku tak perlu membocorkan ibadahku alias tak berpuasa.

Karena banyak sekali kita lihat orang-orang yang mudik pada saat bulan puasa lebih mementingkan mudiknya di banding ibadah puasanya. Alasannya karena mereka merasa menjadi  musafir. Ah biarlah itu urusan mereka dengan Tuhannya.

Sehari sebelum lebaran aku memutuskan untuk berlebaran di sebuah kabupaten yang jarak tempuhnya hanya 3 jam dari tempat kerjaku di Banjarbaru. Tepatnya di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kota yang terkenal dengan Kue Apam Barabai.
Wadai Apam Barabai
Aku memiliki beberapa teman, dan ada yang merelakan dirinya untuk ku kunjungi dan ikhlas memberi tempat menginap di rumahnya. Dengan ongkos Angkutan Umum sebesar Rp.50.000 ( padahal kalau hari biasa hanya Rp. 45.000 ) aku mendapatkan Angkot yang telah penuh sesak. Wah, sudah terbayang kenyamanannya ( aku tersenyum kecut dalam hati ).

Alhasil aku selama tiga jam lebih harus rela berdesakan dengan para penumpang lain. Aku berpikir ini masih lebih aman ketimbang aku bersepeda motor apalagi ketika banyak aku melihat beberapa pengendara sepeda motor yang membawa anggota keluarganya. Dengan jumlah penumpang yang minimal 3 orang bersama bawaan tas dan sebagainya, hatiku jadi miris. Mereka seakan berdansa dengan maut di atas roda dua. Setelah lebaran baru aku tahu, hampir 65 persen kecelakaan terjadi oleh pengendara roda dua selama mudik berlangsung. 

Setelah melalui jalan yang rapat merayap, waktu tempuh yang biasanya hanya 3 jam lebih menjadi hampir 5 jam. Peluh mengucur karena tikaman matahari yang luar biasa mengalahkan hembusan angin yang masuk lewat jendela angkutan umum. Tetapi Alhamdulillah semuanya tak membatalkan puasaku yang tinggal hari itu.

Dengan senyum merekah sahabatku menjemputku di terminal dan membaaku ke rumahnya. Sambutan hangat aku dapat dari keluarganya. Aku menjadi merasa mudik ke kampung halamanku sendiri. Setelah adzan magrib berkumandang, dimana-mana terdengar gema takbir, padahal sidang isbat belum juga di gelar tetapi sudah santer isu bahwa lebaran memang esok hari.

Setelah berbuka sahabatku membawa berkeliling kota barabai, tetapi kami berkeliling dengan berjalan kaki sebab jika memakai kendaraan kami akan terjebak macet. Kebetulan letak rumah sahabatku dekat dengan pusat keramaian.

Kami duduk di pelataran Plaza Murakata yang menjadi pusat kegiatan malam takbiran. Bunyi raungan mesin dan klakson kendaraan bersahutan tumpang tindih dengan dentuman Laduman ( sejenis meriam buatan dari bambu yang bunyinya menggelegar ) beserta puluhan bahkan ratusan kembang api yang menyilaukan mata di langit kota Barabai.
Laduman
Kemeriahan yang ada awalnya membuatku senang, tetapi kemudian pikiranku berkecamuk, apakah lebaran adalah sebuah pesta yang harus menghambur-hamburkan uang yang begitu banyak, padahal masih banyak di sekeliling kita yang mungkin saat ini tak dalam kondisi bergembira.


Tradisi telah bergeser.....


Larut malam kami kembali ke rumah untuk mempersiapkan diri melakukan Sholat I'ed pagi harinya. Aku dan keluarga sahabatku melaksanakan sholat I'ed di pelataran kantor Bupati Hulu Sungai Tengah. Suasana pun kembali hikmat, ditengah cuaca yang sangat cerah. Inilah hari kemenangan yang di janjikan setelah sebulan berperang melawan hawa nafsu. 
Allahu Akbar, Allahu Akbar walilahilhamdu.

Sekembalinya dari sholat I'ed, sesampainya di rumah sahabat terbentang kuliner khas Suku Banjar. Mulai ketupat kandangan, soto banjar, apam barabai, dan banyak lagi wadai ( Kue dalam bahasa banjar ) yang tak aku tahu namanya.

Tak perlu lebih lama untuk melihatnya saatnya lidahku akan ku manjakan dengan kuliner asli banjar. Ah...ternyata jauh dari kampung halaman pun masih terasa nikmat menikmati Indahnya hari nan Fitri.

Dan Kota Barabai......kotamu semanis dan selegit wadai Apam Barabai.






“Tulisan ini diikutkan dalam TjeritaHari Raya yang diselenggarakan oleh @leutikaprio.”


Kamis, 01 Agustus 2013

Bacaan Niat Zakat Fitrah Idul Fitri

  • Bacaan Niat Zakat Fitrah Idul Fitri untuk dirisendiri.
Bacaan Niat Zakat Fitrah Idul Fitri 2011 Untuk diri Sendiri
Niat zakat Fitrah Idul Fitri untuk diri sendiri
Dibaca    :  NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Artinya  : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala
  • Bacaan Niat Zakat Fitrah Idul Fitri Untuk Istri.
Niat Zakat Fitrah Idul Fitri Untuk Istri Kita
 Dibaca    :  NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN ZAUJATII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Artinya  : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas Istri saya, Fardhu karena Allah Ta’ala
  • Bacaan Niat Zakat Fitrah Idul Fitri untuk anak laki-laki atau perempuan.
zakat_fitrah_anak
Niat zakat Fitrah Idul Fitri untuk anak kita
Dibaca    :  NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN WALADII… / BINTII… FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Artinya  : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) / anak perempuan saya (sebut namanya), Fardhu karena Allah Ta’ala
  • Bacaan Niat Zakat Fitrah Idul Fitri untuk orang yang kita wakili.
zakat_fitrah_orangtua_yang_kita_wakili
Niat zakat Fitrah Idul Fitri untuk Orang Tua
 Dibaca    :  NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Artinya  : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta’ala
  • Bacaan Niat Zakat Fitrah Idul Fitri untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya.

zakat_fitrah_sendiri_dan_orang_yang_kita_nafkahi
Niat zakat Fitrah Idul Fitri untuk sendiri dan orang yang kita nafkahi

Dibaca    :  NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNII WA ‘AN JAMII’I MAA YALZAMUNII NAFAQAATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’AALAA
Artinya  : Sengaja saya mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala
Semoga bisa menyempurnakan amalan ibadah kita.

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...