Langsung ke konten utama

Stop Kekerasan Pada Anak





Pengertian Kekerasan
Mari kita telusuri dahulu apa sebenarya kekerasan itu. Pengertian kekerasan menurut Anita lie (dalam Suyanto, 2002) menyatakan bahwa kekerasan adalah suatu perilaku yang disengaja oleh seorang individu pada individu lain dan memungkinkan menyebabkan kerugian fisik dan psikologi.
Kekerasan adalah tindakan intimidasi yang dilakukan pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah, kekerasan dapat mengambil beragam bentuk yaitu kekerasan fisik, mental dan seksual.
Pengertian Kekerasan Terhadap Anak
Kekerasan terhadap anak-anak atau child abuse pada mulanya berasal dari dunia kedokteran sekitar tahun 1946. Caffey seorang radiologist melaporkan cedera yang berupa gejala-gejala klinis seperti patah tulang panjang yang majemuk pada anak-anak atau bayi yang disertai perdarahan subdural tanpa mengetahui sebabnya, dalam dunia kedokteran kasus ini dikenal dengan istilah caffey syndrome (Suyanto, 2002).
Sekarang istilah tersebut lebih dikenal dengan Child Abuse (kekerasan anak) The National Commiaaion Of Inquiry (Andri, 2006), kekerasan pada anak adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh individu, institusi atau suatu proses yang secara langsung depan keselamatan dan kesehatan mereka kearah perkembangan kedewasaan.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik ketika Hendri Kempe, dalam Suyanto (2002) menulis masalah ini di Journal Of The American Medical Association, dan melaporkan bahwa dari 71 rumah sakit yang diteliti ternyata terjadi 302 kasus tindak kekerasan terhadap anak-anak dimana 33 anak dilaporkan meninggal akibat penganiayaan, dan 85 mengalami kerusakan otak yang permanen.
Reid mendefinisikan kekerasan terhadap anak sebagai pemukulan fisik dan psikologi terhadap anak oleh orang tua, kerabat, kenalan atau orang yang tidak dikenal (Suryanto, 2002). Sedangkan menurut pendapat Helfer yaitu ditujukan untuk para klinisi, kekerasan pada anak adalah semua interaksi atau tidak adanya interaksi antara anggota keluarga yang berakibat pada cedera (Andri, 2006).
Mari Mulai Membuka Mata kita
Hampir setiap saat berita mengenai kekerasan terhadap anak mewarnai media massa di negara ini. Dan pelaku kekerasan terkadang membuat kita mengelus dada dan tercengang karena pelaku adalah orang yang paling dekat dengan korbannya. Dekat secara emosional, hubungan darah atau lingkungan sosial.
Bagaimana tak akan mengurut dada bila si anak di aniaya sampai meregang nyawa oleh ayah atau ibu kandungnya sendiri. Atau si anak di lecehkan dan di perkosa oleh teman, paman bahkan ayah kandung atau tirinya. Belum lagi menengok beberapa kasus seorang anak yang dianiaya oleh gurunya.
Entah mengapa persitiwa-peristiwa memilukan itu semakin hari semakin meningkat jumlahnya. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam masyarakat kita.Masyarakat yang menganut adat ketimuran dan penuh dengan nilai-nilai keagamaan. Kita akan lantang berkata kita hidup bukan di belahan dunia barat tetapi kejadian-kejadian akhir-akhir ini seakan membelalakan mata kita bahwa kekerasan adalah wabah global.
Beberapa pakar psikologi menyatakan bahwa Kekerasan anak terbagi dalam beberapa kategori. Tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, dan penelantaran hak anak. Dan mengapa itu bisa terjadi ?
Beberapa penelitian memberikan suatu resume bahwa kekerasan yang dilakukan oleh pelaku dalam hal ini orang dewasa adalah juga merupakan sebuah pengulangan terhadap apa yang telah dirasakan oleh pelaku kekerasan.
Akibat tekanan psikologis yang mendalam, kecenderungan untuk melakukan hal yang sama seperti yang pernah dialami sangat mungkin muncul. Sehingga ada baiknya sebagai orang tua harus sebijaksana mungkin dalam mendidik anak-anaknya.
Pendekatan secara kekerasan terhadap anak tentunya akan memberi dampak yang sangat luar biasa bagi psikologi si anak. Anak akan merekam tingkah laku orang dewasa yang dekat dengan dirinya, sehingga ketika si anak dewasa rekaman itu akan seperti berputar kembali dan ketika lingkungan di sekitar dia memberikan kesempatan untuk melakukan kekerasan maka dia akan melakukannnya tanpa di sadari.
Peran Mutlak Orang Tua
Melihat begitu banyak pelaku kekerasan pada anak adalah orang terdekat dan banyak pula adalah orang tuanya sendiri, maka selaku orang tua selayaknya harus melihat seorang anak bukan semata sebagai darah daging sendiri tetapi juga harus melihat anak sebagai pribadi sendiri dan memiliki hak selayaknya orang dewasa.
Selama ini dalam mindset kita sebagai orang tua anak adalah milik kita dan seakan memiliki hak dalam kehidupan si Anak. Kita tak melihat si Anak sebagai sebuah individu sendiri yang masih berkembang. Jika kita berpikir bahwa anak adalah individu pribadi yang sedang berkembang maka kita selaku pribadi lain hanya memiliki kewajiban mengarahkan dan mendidik bukan berhak untuk memiliki hidup anak kita. Karena hak hidup si Anak telah dimilikinya sejak dia masih dalam kandungan.
Mendidiknya sebisa mungkin harus secara persuasif memberi penjelasan sesuai nalar dan pemikiran sang anak. Bukan dengan otoriter karena berpikir anak adalah milik kita dan harus mengikuti keinginan kita.
Pendekatan secara persuasif seperti menasihati dengan bahasa yang lemah lembut harus dilakukan bila anak mendapat kesalahan. Dan ada hal yang sering dilupakan, orang tua sangat jarang sekali memberi reward kepada anak yang telah berprestasi atau berhasil melakukan sesuatu.
Harus diakui Mengurus anak susah-susah gampang. Terlalu keras salah, terlalu lembek juga tidak baik. Kebijaksanaan orang tua yang dituntut, sebab anak akan tumbuh sesuai dengan hasil didikan dari orang tua dan sosial masyarakatnya.
Peran Pemerintah
Peran yang mendukung lainnya adalah pemerintah yang bisa memberi sebuah kebijakan-kebijakan yang mengedepankan kepentingan anak. Beberapa provinsi, kota dan kabupaten telah mendeklarasikan kota atau kabupaten Ramah/Layak Anak.
Tetapi sampai sekarang itu hanya slogan kosong yang diembel-embeli photo narsis para pemimpin dengan anak-anak. Bagaimana sebuah kota atau tempat menjadi ramah untuk anak bila tak ada fasilitas yang di berikan untuk anak.
Contohnya pengadaan bis sekolah, jembatan penyeberangan dekat sekolah, atau petugas kepolisian yang bertugas di sekolah saat masuk atau keluar. Pemerintah berpikir dengan hanya menyediakan taman bermain di tengah kota itu berarti telah memberikan hak anak, padahal hak anak lebih dari sekedar tempat bermain.
Dan yang paling penting adalah sebenarnya seberapa besar pemerintah provinsi, kota dan kabupaten bisa menekan angka kekerasan terhadap anak. Saatnya Pemerintah menggalakkan kampanye Stop Kekerasan Terhadap Anak, dan jika memang dianggap perlu dibuatkan peraturan dareah yang jelas dan transparan melindungi Hak anak .
Akhirnya melalui tulisan ini saya yang juga memiliki 2 orang Putera mengajak bersama seluruh orang tua agar memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berikut sekilas percakapan saya beberapa saat lalu ketika saya menelpon anak saya di kampung halaman saya di sulawesi.
Saat sedang asyik ngobrol dengan anak kedua saya yang berusia 9 tahun tiba-tiba terdengar suara bentakan serta hardikan disertai tangisan seorang anak.
“ Siapa yang menangis ndy ?” tanya saya kepada dandy anak saya.
“ Temanku pa…..dia dipukul sama bapaknya,” suara anakku terdengar ketakutan.
Agak lama berselang kami berdua terdiam, dan secara tiba-tiba anakku bertanya :
“ Papa…………apa jika papa disini, kalau dandy nakal akan papa pukul juga ?” lirih terdengar suaranya seperti ketakutan.
Kalimat itu benar-benar menampar saya. Tapi saya dengan tegas mengatakan :
“ Papa tidak akan seperti itu nak, papa janji…..”
Suara anakku kembali seperti semula,…….Ceria.

 dapatkan buku terbaruku
LELAKI DALAM KISAH

Komentar

  1. Bapak yang arif dan bijak.
    Andai bapak-bapak atau setidaknya ibu yang melahirkan anak bisa satu kata, seperti isi tulisan di atas, maka keceriaan anak kita tak dibayangi hantu yang bernama kekerasan pada anak. Apa lagi kekerasan itu lebih banyak didapatkan dari orang-orang dewasa yang notabenenya yang paling dekat secara emosional dan biologisnya.

    Anakmu bukan milikmu.
    Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,

    Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,

    Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.


    Berikan mereka kasih sayangmu,
    tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,

    Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.


    Patut kau berikan rumah untuk raganya,

    Tapi tidak untuk jiwanya,

    Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,

    yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam mimpi.


    Kau boleh berusaha menyerupai mereka,

    Namun jangan membuat mereka menyerupaimu


    Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,

    Pun tidak tenggelam di masa lampau.


    Kaulah busur,
    dan anak-anakmulah
 Anak panah yang meluncur.


    Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.


    Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,

    Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.


    Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,

    Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat

    Sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.


    by Khalil Gibran

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Aneka Sarung Nusantara

1Sarung Bugis
Sarung Sutra Bugis merupakan salah satu kerajinan tangan khas Asli dari Bugis yang terbuat dari Sutra yang dihasilkan oleh Ulat Sutra.

Ulat sutra atau biasa di sebut Kokon merupakan tekstur dinamis yang bernilai. Kenapa tidak rupanya Sarung sutra itu berasal dari ulat sutra yang menghasilkan benang mengkilap. Dari sehelai benang ulat sutra tersebut lalu di tenun secara tradisional sehinnga menghasilkan lembaran kain sutra yang indah dan cantik.

Sarung sutra yang asli sebenarnya gampang-gampang susah untuk menilainya. Namun sutra yang terdapat di Sulawesi utamanya daerah bugis, yang dikenal sih bugis Sengkang karena disana terbentuk dari koperasi kelompok tani. Tetapi kita asumsikan saja semua orang Bugis. Karena di Soppeng, Bone dan Bulukumba masih ada penenun tradisional.

Ragam dan motif Sarung Tenun Sutra juga berbeda-beda. Jadi bila anda ingin belanja sarung tenun sutra cukup menanyakan motif warna yang diinginkan. Karena Kain sutra biasanya bermotif sangat variatif. J…

Humor Ambon

OMA PINK

Satu hari bagini ada Oma Mince lewat deng dia pung motor metic..
Pas lampu merah Oma pun berhenti, tp waktu lampu ijo manyala oma seng jalan.
Akhirnya polantas datang tegur Oma.

Polantas: "Oma... itu sudah lampu ijo kenapa seng jalan?"
Oma: "Beta ada tunggu beta punk warna kesukaan ini nyong e "
Polantas: "Barang oma suka warna apa??"
Oma: PINK gitu Loh!

Hahahaeee...


OPA ROMANTIS

Opa ni tiap kali panggel oma selalu deng panggilan darling, sayang, honey...
-opa: darling su makang...???
-opa: sayang tehnya mana...???
-opa: honey mau ikut...???
-cucu: Opa ni paleng romantis paskali eee... akang pung rahasia apa??
-opa: sssssstttttt mari sini opa bisi-bisi,,, se jang bilang2 par oma eee...???
-cucu: barang kanapa Opa...???
-opa: Opa su lupa Oma pung nama...



NONA PU PILIHAN

Lia Nona manis di sablah, Nyong Ambon langsung sok akrab
“Adik manis, boleh beta bertanya? Tipe pria yang kamu sukai yang seperti apa sih?”
“Aku suka pria Jawa. Mereka lembut da…