Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Lelaki Kotor 2

Lelaki kotor itu tertunduk lesu, dipandanginya langkah Pria rapi menjauhinya dengan tatapan yang nanar. Bahwa selama ini dia salah adalah sebuah kenyataan yang membuat tenggorokannya tercekat dan dadanya merasa terbakar. Tangannya mengepal dan napasnya mulai memburu seiring bara amarah mulai menggerogoti hati. Sebuah hembusan sejuk angin sore serta wangi rerumputan membuat bara yang tadinya akan menyala menjadi sedikit demi sedikit padam. Seiring menghilangnya bayangan pria rapi tersebut ke dalam gedung seiring pula kesadaran akan apa yang selayaknya terjadi menghinggapi pikiran dan hatilelaki kotor itu. Pria rapi itu mengatakan yang sebenarnya dan realistis bahwa mereka walau hidup berpijak pada bumi yang sama tetapi tembok tinggi yang dibuat oleh keangkuhan telah memisahkan jarak yang seharusnya tak ada. Lelaki kotor itu berbalik arah menuju sebuah himpitan bangunan yang menjadi tempat berteduhnya sehari-hari. Esok hari dia akan ke taman yang setiap hari di datanginya untuk bertemu pri…

You Rise Me Up

( Josh Groban ) When I am down and, oh my soul, so weary;
When troubles come and my heart burdened be;
Then, I am still and wait here in the silence,
Until you come and sit awhile with me.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up... To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up... To more than I can be.

There is no life - no life without its hunger;
Each restless heart beats so imperfectly;
But when you come and I am filled with wonder,
Sometimes, I think I glimpse eternity.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up... To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoul…

CINTA

Ketika hadir
Mendekat
Tak kulihat hadangan 
Serahkan semua hati
Mereguk semua yang sekiranya pantas maupun tak pantas
Aku terhanyut
Indah dalam dekapan asa dan gejolak asmara
Air mata bahagia mengalir 
Selayak mendapatkan oase
Dalam kegersangan hidup
Dirimu adalah segalanya untukku
Tak akan pernah terganti
Karena setiap aliran darah dan hembusan nafas
Namamu
Menghias hari
Menghias setiap mimpi


YFSM

Wayang 1 ( GARENG )

Gareng adalah anak sulung Semar. 

Ia mempunyai beberapa cacat fisik yang melambangkan sifat-sifat baiknya, seperti: 
kakinya yang pincang menandakan Gareng adalah sosok yang selalu berhati-hati dalam melangkah, Tangan yang ciker menandakan ia sosok yang tidak suka mengambil yang bukan haknya,  Mata yang juling menandakan ia tak mudah tergoda oleh keduniawian.Dikisahkan bahwa dulunya Gareng adalah seorang ksatria yang sangat tampan dan sakti, tetapi sombong dan pongah. Hingga akhirnya dia menantang duel setiap ksatria yang ditemuinya hingga akhirnya ditemukan Bambang Ismaya (Semar) untuk dilerai dan dinasehati. 

Karena tergugah dengan nasehat Semar, Gareng akhirnya diangkat sebagai anak tertua oleh Semar. 

Gareng bernama asli Bambang Sukodadi berasal dari Bluluktiba.

3 Fase Menuju Sukses

Berbagi Tulisan karya Mas Nur Muhamadian

Sebenarnya hanya dibutuhkan tiga fase untuk sukses atau bahagia. Ketiga fase ini adalah syarat utama yang harus dijalani.

1. Punya kemauan, atau bersedia, atau available.
Fase pertama ini adalah yang paling sulit, karena sedikit sekali orang yang punya cukup kemauan untuk sukses. Pada fase ini orang lain yang dibutuhkan adalah seorang motivator, yang membantu menggugah membangkitkan kemauan untuk berubah.

2. Memutuskan, atau menentukan pilihan.
Pada fase inilah niat ditetapkan. Setelah memiliki kemauan yang kuat, untuk sukses seseorang harus fokus pada arah yang dipilih. Dia harus memilih arah atau jalan menuju sukses yang paling efektif bagi dirinya, yang paling sesuai. Pada fase ini yang dibutuhkan adalah seorang coach. Tugas coach di fase ini adalah membantu mengenali diri sendiri serta  sadar akan passion dan potensi, sehingga lebih mudah menentukan pilihan atau mengambil keputusan.

3. Tindakan atau Action
Setelah memiliki arah yang jelas…