Selasa, 05 Februari 2013

Lelaki Kotor



( Cerita Pendek saya yang di muat di harian Malang Pos 20 Januari 2013 )

Seorang lelaki yang tubuhnya penuh dengan kotoran sampah , bau dan dekil berkenalan dengan seorang pria yang sangat rapi, santun dan berkelas. Mereka berkenalan begitu saja dan  saling berbagi cerita dan tawa. Sang lelaki kotor sangat kagum pada Pria rapi itu sebab selama dia hidup baru sekarang dia menemukan seseorang yang dapat diajak bercerita dengan akrab tanpa harus memicingkan mata dan mendongakkan wajah karena bau busuk pada dirinya.
            Hampir setiap saat mereka bertemu di depan taman kantor sang Pria Rapi saat sore hari  , sebab di situ pula sang lelaki kotor itu akan menghabiskan malamnya diantara bunga-bunga dan tumbuhan  di taman itu. Saat mereka bersama tak jarang pria rapi itu membersihkan kotoran di tubuh si lelaki kotor. Hari demi hari sambil bercerita sang Pria rapi selalu membersihkan kotoran yang melekat pada tubuh lelaki kotor itu sedikit demi sedikit.
            Semakin tersentuhlah hati lelaki kotor itu dan semakin  mengagumi pribadi sang pria rapi. Dia menceritakan semua yang dialami nya tanpa satu pun yang ditutupinya karena dia mempercayai si Pria rapi dan dengan telaten Pria Rapi itu mendengar sesekali memberi petuah untuk si lelaki Kotor.
            Semakin hari semakin besar perhatian yang di rasakan lelaki kotor itu dan dia pun merasa malu jika sang Pria rapi itu selalu membersihkan kotoran yang melekat pada dirinya. Lelaki kotor itu pun kemudian  bertekat bulat  ingin merubah dirinya menjadi seorang yang bersih dari kotoran dan ingin mengikuti semua apa yang dilihatnya pada  pria rapi tadi.
Tak di hiraukan cemoohan dari teman-teman sesama tuna wisma. Tak di pedulikan lagi bila ia harus membeli pakaian baru seperti baju yang di kenakan si pria rapi. Dan tak di hiraukannya bila dia harus tak makan karena uang hasil mengemis dia belikan sebuah pakaian baru.
            Hingga suatu hari dia merasa ingin mengunjungi sang pria bersih di kantornya. Di bersihkan tubuhnya dari sampah yang ada di tubuhnya. Dikenakannya pakaian yang telah di belinya. Dengan sedikit membusungkan dadanya dan harapan sang pria rapi terpana melihat perubahan dirinya dia melangkahkan kaki menuju kantor si pria rapi.
Lelaki kotor tertegun ketika dia sampai di kantor itu.  Dia  melihat kehidupan sang Pria rapi sangat bersahaja dengan teman-temannya. Lelaki kotor itu pun jadi berharap untuk bisa  menjadi bagian dari kehidupan itu. Lelaki kotor memanggil sang Pria rapi dan berharap dia bisa memasuki kantornya. Sang Pria rapi menengok ke arah lelaki kotor dengan pandangan terpana, tiba-tiba dia segera keluar dari kantor untuk menemui  lelaki kotor.
            Diseretnya lelaki kotor menuju sebuah tempat yang jauh dari penglihatan teman-teman pria rapi. Lelaki kotor hanya bisa mengikuti dengan senyum yang menbuncah. Dia berpikir bahwa si pria rapi telah menerima dirinya.   
“ Untuk apa kamu kemari?” tanya sang Pria rapi ketika telah sampai di tempat yang jauh dari kantornya.
              Aku ingin melihatmu di tempat kamu biasa bekerja” jawab si lelaki kotor.
            “ Mengapa kamu melakukan seperti ini, tak bisakah kita bertemu saja di taman seusai aku kerja, aku tak ingin teman-teman melihat aku bersama denganmu.”
            “ Tapi bukankah aku telah bersih, dan aku telah seperti tema-temanmu yang lain, dan lihat aku berpakaian mirip denganmu.”
            Sang Pria rapi melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki si lelaki kotor.
            “ Kamu memang kelihatan telah bersih, tapi kamu bekas-bekas kotoran tak akan hilang dari tubuhmu. Baumu tetap bau sampah dan aku takut bau itu akan mengganggu teman-temanku jika kau berada di dekat mereka. Bagaimanapun aku tak mau jika bau mu mengganggu temanku. Tidak cukupkah perhatianku kepadamu, mengapa engkau ingin mengganggu teman-temanku dengan baumu?”
            “ Tapi bukankah engkau tak pernah mempermasalahkan kotor dan bauku selama ini?”
            “ Untuk diriku aku tak mempermasalahkan tapi untuk teman-temanku aku tak mau mereka mengetahui bahwa aku berteman dengan orang seperti dirimu. Aku minta tolong pengertianmu jauhilah aku jika aku bersama teman-temanku. Selama ini sebenarnya aku hanya menjadikanmu sebagai sebuah observasi karena aku akan membuat sebuah tulisan mengenai kehidupan orang-orang seperti kalian. Maafkan aku.”
            “ Jadi selama ini perhatian yang kau berikan padaku hanya sebagai bentuk observasi juga, tapi aku melihat matamu tulus, apakah aku salah menilai dirimu?”
            “ Aku memang tulus memberi perhatian padamu, tapi aku tak mau jika itu di ketahui teman-temanku, maaf aku harus kembali ke teman-temanku. Aku tak bisa membawamu masuk dan mengenalkan mereka padamu.”
            Si lelaki kotor berdiri termangu menatap nanar kepergian sang Pria rapi yang selama ini di kaguminya. Perlahan air mata si lelaki kotor mengalir terpikir olehnya apa yang dikatakan sang pria rapi benar. Walaupun dia telah membersihkan kotoran di tubuhnya, bekas kotoran itu tak akan hilang. Karena seumur hidupnya dia hidup dalam kekotoran.Bau akan tetap menyengat dan bekasnya pun masih akan samar terlihat. Baju baru ini tak akan pernah menutupi dan membuat dia seperti orang lain, dirinya tetaplah seorang lelaki kotor.
            Di tinggalkannya gedung itu dan dia menyadari bahwa dunianya bukan di dalam sana, dia terlalu berharap untuk diterima di dunia yang sangat di dambakannya, tetapi garis hidup telah membawa bahwa dia tak bisa masuk ke dunia si pria rapi.
            Lelaki kotor itu hanya bisa tersenyum, dia terlalu memaksakan diri untuk seperti pria rapi. Selama hidup dia dalam kekotoran dan dia merasa berhak untuk merasakan bagaimana menjadi manusia yang rapi, tetapi lingkungan yang dihadapinya tidaklah mudah menerima orang seperti dirinya yang telah lama terbenam dalam kekotoran. Setidaknya saya sudah berusaha untuk menjadi seorang yang rapi dan bersih begitu pikir si lelaki kotor.
            Maafkan aku
            Bila selama ini aku ingin memasuki kehidupanmu
            Menjadikan diriku seperti dirimu
            Mencoba menjadi seperti dirimu
            Tapi aku tahu aku tak akan seperti dirimu
            Aku bahkan tak bisa seperti orang di sekelilingmu
            Begitu bersahaja, berdedikasi dan berpribadi
            Sekuat mungkin aku berusaha
            Seakan jauh itu dari sentuhan
            Akhirnya aku tersadar
            Galaksiku bukan di situ
            Aku tak bisa memasuki tata suryamu
            Aku hanyalah benda asing yang ingin memasuki orbitmu
            Tapi biarkan aku melihatmu
            Dari tempatku sendiri
            Mengagumimu
            Mengagungkanmu
            Tanpa bisa menyentuhmu
memandangmu saja
setiap hari
sudah lebih dari cukup
menjadikan aku bersemangat
untuk memulai hari
Bila memang ada sesuatu yg tumbuh di hatiku
tak kan kubiarkan dia bertumbuh
biarlah dia tetap seperti sedia kala
tetap memandangmu
membuatku jadi orang paling bahagia di dunia.
Terima kasih sahabat.
Dirimu telah membawaku
Pada suatu keadaan
Untuk menerima
Apa adanya diriku sendiri


                                                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...