Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

ADZAN PERTAMA DENDY

Biduk

Karya : Maruddin Er Faraqqi


Untaian kata yang kau tulis.

Tersirat deru nafas hidupmu,

Mengejar asa dan citamu.

Kata yang terangkai dalam kalimatmu...

Tersurat gelombang menghantam bidukmu...

Kalimat yang tersusun dalam paragrafmu..

Terlukis dan tergambar peluh perjuang hidupmu..

Ingin kulempar jangkar hidupKu tuk meraih biduk hidupmu.

Namun betapa jauh kau terhempas ke dalam samudramu.

Kuhempaskan biduk ku di tepi ini...

Dan menanti angin melabuhkan bidukmu

Pada dermagaKu

Kereta Senja

Karya : Maruddin Er Farraqy




Yogya-Jakarta seperempat perjalanan sudah.


Kulewati dalam ke sendirian.


Terpikir akan seseorang di sebrang sana.

Andaikan ia bisa menemani pejalanan ini.

Terasa dingin AC gerbong ini,

Gelak tawa, senyum manis, menghias perjalanan ini,

Aku sandarkan lelah dalam bahunya,

Gengam erat jari tangan diatas paha ini,

Semakin lepas laju kreta ini semakin erat peluk cinta dan sayang

Semakin cepat tiba disana.

Sayang ini hanya pandangan diluar jendela gerbong ini

Hingga bosan 8 jam dalam perjalanan ini.



Kalbu dalam Nada Biola

Karya : Johari Mustafa Suara rintihan mendesis teriris
Mengalun dalam nada biola
Gesekan yg menyayatkan kalbu
Terurai lembaran gelap dibelakang
Disitulah ada tangisan, tawa, sedu
Sedih, hampa ,galau yg beriringan
Mengisi silih berganti dalam rotasi
Waktu renung yg kelam dalm renta
Tangis yg punya banyak alasan
Terpekur dalam nada rintih
Penuh sesak sarat derita
Gesekan biola yg bercerita
Lamunan yg larut hanyut ke arus
Dalam malam dekap
Lelaki ringkih tertatih termenung
Padam terlelap sepi sendiri
Dikaki malam gulita gelapkan
Pandangan yg rabun kekaburan
Menggoreskan mata hati
Pada lengkingan biola
Yg terus menjeritkan perih
Berdarah pedih dalm bayangan
Ini masa lalu itu masa kini
Satu persatu menghujamkan
Bara menuntun langkah pulang
Tunduk simpuh luluh terpuruk
Disunyi alam ilahi mengadu
Sayatan demi sayatan yg teriring
Terdengar makin nyaring
Kesuraman senja di umur yg renta
Adalah barisan kalimah
Tersimpun tersimpul dalam simpu
Didalam ........... sanubari gersang
Uraia…

Puisi Karya Noor Maryam

TENTANGMU
Melihatmu Sesuatu yang indah yang tak bisa ku tulis Disitu ada cerita tak berbuku Ada rindu yang tak pernah habis diburu Cerita baru setiap aku menghampirimu Kadang tentang alismu yang hitam Kadang tentang bibirmu yang mengejar gelas kopi Atau tentangmu yang telah pergi..."

LELAKIMU,AKU DAN KAMU
Maafkan perempuanku Atas rindu yang kurasakan pada lelakimu Kurindui dirinya Kubayangi langkahnya dalam setiap lagu yang kudengar Setiap kisah yang ku tonton Aku masukkan lelakimu Lelaki yang tak bisa kuhapus dari sudut - sudut ingatanku
Perempuanku Aku mengerti kita tak mungkin berbagi dalam satu hati lelaki Aku dan kamupun tak pernah inginkan itu Biarlah aku membuntutinya dalam dosa indahku Mengenang lelakimu yang tertulis dilembar jejakku

Humor Ambon

OMA PINK

Satu hari bagini ada Oma Mince lewat deng dia pung motor metic..
Pas lampu merah Oma pun berhenti, tp waktu lampu ijo manyala oma seng jalan.
Akhirnya polantas datang tegur Oma.

Polantas: "Oma... itu sudah lampu ijo kenapa seng jalan?"
Oma: "Beta ada tunggu beta punk warna kesukaan ini nyong e "
Polantas: "Barang oma suka warna apa??"
Oma: PINK gitu Loh!

Hahahaeee...


OPA ROMANTIS

Opa ni tiap kali panggel oma selalu deng panggilan darling, sayang, honey...
-opa: darling su makang...???
-opa: sayang tehnya mana...???
-opa: honey mau ikut...???
-cucu: Opa ni paleng romantis paskali eee... akang pung rahasia apa??
-opa: sssssstttttt mari sini opa bisi-bisi,,, se jang bilang2 par oma eee...???
-cucu: barang kanapa Opa...???
-opa: Opa su lupa Oma pung nama...



NONA PU PILIHAN

Lia Nona manis di sablah, Nyong Ambon langsung sok akrab
“Adik manis, boleh beta bertanya? Tipe pria yang kamu sukai yang seperti apa sih?”
“Aku suka pria Jawa. Mereka lembut da…

Senangnya Jumpa Penulis Kalimantan Timur

Silaturahmi memang selalu membawa berkah. Tak beda dengan silaturahmi yang digelar komunitas menulis Perempuan Penulis Kaltim pada Jum’at, 01 November 2013. Pertemuan bulanan pertama Perempuan Penulis Kaltim atau yang akrab disebut dengan PMeski sudah sering kali mengadakan pertemuan, namun pertemuan kali ini sedikit berbeda. Tanya kenapa? Karena ini adalah pertemuan rutin bulanan pertama yang dilakukan PPK. Sebelumnya pertemuan PPK dilaksanakan kondisional jika ada hal khusus yang perlu dibicarakan.

Pertemuan bulanan pertama yang digagas PPK tersebut dilaksanakan di rumah salah satu pengurus PPK, Haziah Ans. Tepatnya di Jl. Pemuda IV, Gg. Hj. Nusu. Pertemuan dimulai setelah sholat ashar hingga hampir menjelang maghrib.
Hadir dalam acara ini ketua FLP Yaman, Arul Chairullah, penulis buku kumpulan cerpen Akasia dan Lelaki dalam Kisah, Imam Dairoby Mashur, beberapa mahasiswa STAIN Samarinda dan tentunya anggota PPK sendiri.

Dengan hadirnya banyak penulis dari berbagai kalanga…

Puisi-Puisi Sahabat dalam "Goresan Pena Sang Perindu"

DIRIMU
( Marudin Er Faraqi )

Kau memang tidak bisa memasuki kehidupan 'Ku
Tapi kau bisa menjadi bagian hidupku
Yang tak bisa kumiliku tapi ada pada dirimu.
Kau tak bisa jadi diriku aku pun tak bisa jadi dirimu,
Tapi jadilah seperti apa yang dirimu inginkan,
Mengorbitlah pada diriku seperti bulan mengitari matahari dan memberikan sinarnya pada bumi. Janganlah terpana pada kasat mata tapi terpanalah pada apa yang hati lihat..
Biarkan sesuatu itu tumbuh
Pupuklah dengan rasa Mu.
Agar tumbuh menaungiMu dan menyejukan Mu.
Jadilah sahabat yang bisa mengasah batu menjadi permata..


YANG TERBACA
( Noor Maryam )

Untuk bunga yg terinjak siang tadi
Dengung kumbang
Atau capung yg menunduk mencuri jejak matahari
Kamu saksi Imaji..
Bukti nyata ruang yg tak bisa ku gali
Tangis yg berkantong - kantong pecah
Segera ku donorkan pada lipatan buku Akasia
Yg dimana bayangnya menyalip sudut halaman
Sebuah tikungan patah - patah
Lensa basah di ujung kisah


DILEMA CINTA
(Pipih Purbaningrat)

Berjalan pada t…

TRAGEDI KARBALA