Minggu, 18 November 2012

Puisi Untuk Malaikat-malaikatku

Puisi 1

Malaikatku,
Aku rindu
Semburat senyum
Ketika memandangku
Papa........
Sapamu lirih



Puisi 2


Redup
Mata sembabmu menatapku
Bibir bergetar
Tak sanggup terurai kalimat
Hanya pelukan
Dan bisikan lirh
"sebenarnya kami tak ingin papa pergi"


Puisi 3

Jangan pernah bertanya
seberat apa
Menghitung detik
Mengeja hari
Menatap bulan berganti di Almanak
Seberat aku memanggul Gunung batu
yang merobek hati
dan menyiksa jiwa
Tanpa tawa dan canda
Dua Malaikat tercinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...