Selasa, 06 November 2012

Pertemuan Dengan Korrie Layun Lampan





Yang ingin menerbitkan buku gratis KLIK DI SINI

 
“Mas, udah ada nih sms dari pak Korrie alamat rumahnya,” demikian ku baca sms Irma.Aku sangat antusias untuk bertemu dengan Beliau, karena beliau adalah seorang sastrawan yang mumpuni di Indonesia. Dan aku memang sangat ingin berjumpa dengan beliau. 

Setelah menjemput Irma di kampusnya kami menuju ke Rumah Pak Korrie. Kami di sambut dengan ramah dan dengan tangan terbuka. Pak Korrie banyak bercerita mengenai sepak terjangnya di dunia sastra dan politiknya.
        
Dalam usia yang sudah memasuki 60 tahun beliau terkena beberapa penyakit, salah satunya adalah penglihatan. Mendengar hal itu terasa sangat memilukan karena sebagai penulis beliau sangat memerlukan penglihatan.

Beliaupun mengalami sakit yang membuat gerak tubuhnya lambat tetapi semangat beliau untuk tetap berkarya luar biasa. Termasuk menerima undangan sebagai pembicara di berbagai kota.

Begitu pun kami ketika mengundang beliau untuk sebuah acara launching buku Simfoni Balqis yang akan di adakan di Samarinda. Beliau menyanggupinya tanpa melihat saya dan Irma hanya sebagai penulis pemula yang karyanya masuk dalam Buku tersebut.

Belum banyak yang bisa beliau komentari pada buku kami sebab keterbatasan mata beliau yang masih sakit. Beliau hanya share pada kami pengalaman-pengalamannya memimpin beberapa Media.

Salah satunya ketika beliau memimpin majalah Sarinah, yang setahuku Majalah itu adalah majalah yang paling eksklusif dan mahal di jamannya.

Dengan pengalaman dan reputasi beliau,ternyata beliau adalah seorang yang sangat idealis, termasuk dalam khasanah per politikan yang beliau ikuti. Sebagai salah satu pendiri partai penguasa sekarang, beliau tak tahan dengan kondisi partainya yang telah jauh melenceng dari tujuan awal terbentuknya partai tersebut. Beliau akhirnya mengundurkan diri karena tak tahan akan begitu buruknya Citra dan kinerja Partai.

Melihat semangatnya dalam keadaan sakit membuat saya malu sebagai orang yang masih muda. Begitu seringnya saya mengeluh dan kadang merasa tak ingin berkarya karena masalah pribadi dan ditolaknya tulisan saya di beberapa media.

Dari beliau saya mendapatkan wejangan tulislah apa yang ingin kamu tulis, jangan peduli orang akan menganggap tulisanmu jelek. Karena kemungkinan orang yang menilai jelek itu tak bisa melakukan atau membuat karya seperti yang kamu lakukan.

Dan semua penulis pasti mengalami hal itu termasuk beliau. Ah…3 jam adalah waktu yang singkat untuk bertemu dengan beliau , padahal masih banyak lagi yang ingin ku utarakan. Tapi waktu jua yang terbatas.
Tetapi cukuplah untuk saat ini dahagaku untuk menyambangi para penulis besar sedikitnya telah terpenuhi.

Aku bisa membuat kesimpulan sepertinya, memang mantu ideal adalah penulis hahahahahahaha, sebab penulis penuh dengan ide, idealis dan juga kesederhanaan pada kehidupan nya.

Tetapi simple not simply…yang sederhana itu belum tentu sederhana, karena karya mereka telah mendunia…… Hidup Penulis…and I love write….and I want to be writer…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...