Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari November, 2012

Lomba Nulis Novel Populer Bentang Pustaka "Wanita dalam Cerita"

Lomba Menulis Novel Populer Bentang Pustaka "Wanita dalam Cerita"
Novel Populer adalah novel dewasa muda yang menceritakan kehidupan kaum dewasa muda dengan berbagai dinamikanya; cinta, keluarga, karir, persahabatan, dan sebagainya.
Ketentuan: Lomba terbuka bagi warga negara Indonesia berusia 18 tahun ke atas.Tema naskah: Wanita dalam cerita. Tidak diperbolehkan mengandung SARA dan pornografi.Naskah merupakan karya asli dan bukan terjemahan atau saduran.Naskah boleh ditulis oleh maksimal 2 orang.Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutsertakan di lomba lain.Panjang naskah 150-250 halaman A4, diketik dengan font Times New Roman, 12 pt, spasi 1,5, margin 4, 4, 3, 3. Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik.Satu peserta boleh mengirimkan maksimal 2 naskahKirim naskah disertai:Biodata lengkap (nama, alamat, no hp, email)Fotokopi kartu identitasProfil singkat penulisKeunggulan naskahSinopsisNaskah dikirim ke:melalui email bentan…

Cermin

Cermin itu memang buram
Memantulkan kembali suram
Diri hanyalah sepenggalah usia
Tersaput prahara
Tersisa lara yang menggurat di wajah
Tak berarti
Walau diri ingin selalu diartikan
Cermin kembali memantulkan
Bayang diri
Terjaga
Aku hanyalah sepenggal jiwa
Yang tak berarti apa-apa

( Ditengah terik Samarinda....26112012)

(Menjelang 1 Muharam)

Detak waktu terus mengalir
Ketika usia pun semakin mendekati akhir
Ketika dosa semakin menumpuk
Bertumpuk laksana daki yang melekat di tubuh
Basuhi
Jiwa ini
Dengan cahaya Illahi
Duhai Robbul izati
Untuk menyapu
Gelayut pekat noda dosa
Jadikan diri ini
Tegar laksana Tonggak yang terpancang
Atas deraan fitnah dunia
dan ketika nyawa berpisah dari raga
Tak sedikit pun sesal
Karena akan kembali
Kepada Sang kekasih Jiwa
Pemilik diri
Dan Alam semesta

Samarinda, 14112012

Puisi Untuk Malaikat-malaikatku

Puisi 1

Malaikatku,
Aku rindu
Semburat senyum
Ketika memandangku
Papa........
Sapamu lirih



Puisi 2


Redup
Mata sembabmu menatapku
Bibir bergetar
Tak sanggup terurai kalimat
Hanya pelukan
Dan bisikan lirh
"sebenarnya kami tak ingin papa pergi"


Puisi 3

Jangan pernah bertanya
seberat apa
Menghitung detik
Mengeja hari
Menatap bulan berganti di Almanak
Seberat aku memanggul Gunung batu
yang merobek hati
dan menyiksa jiwa
Tanpa tawa dan canda
Dua Malaikat tercinta

Kompetisi Menulis Nusantara

Kemenparekraf bekerjasama dengan NulisBuku.com & Plot Point mengadakan kompetisi menulis Tulis Nusantara 2012 - dengan tema: Menangkap ragam cerita hidup di Indonesia.
Kategori penulisan:
Fiksi CerpenFiksi PuisiNon-FiksiHadiah
Fiksi Cerpen. Juara I: Rp 20.000.000, Juara II: Rp 15.000.000, Juara III: Rp 10.000.000.
Fiksi Puisi. Juara I: Rp 10.000.000, Juara II: Rp 7.500.000, Juara III: Rp 5.000.000.
Non-Fiksi. Juara I: Rp 20.000.000, Juara II: Rp 15.000.000, Juara III: Rp 10.000.000.

3 buku kumpulan fiksi dan non-fiksi hasil kompetisi Tulis Nusantara 2012 akan diterbitkan secara major!

Cara berpartisipasi
Menulis sesuai tema 'Menangkap Ragam Cerita Hidup di Indonesia' dalam bentuk puisi, cerpen (Fiksi) maupun cerita nyata (Non-Fiksi) yang memotivasi pembaca untuk mengetahui lebih banyak tentang keragaman di Indonesia dan mempromosikan baik ke dalam maupun luar negeri.Untuk cerpen (fiksi) dan cerita nyata (Non-Fiksi), panjang tulisan 5-9 halaman A4 dengan 1,5 spasi, Font …

Cara Bijak Merubah Orang Lain

Oleh : Mas Bintang Jakarta

Merubah orang lain sering dianggap pekerjaan yang gampang.
Atas perbedaan pandangan atau filosofi pada sebuah hubungan relasi sering terlontar,

"Ah, gampang, nanti aku pasti bisa merubahnya"

Benarkah gampang?

Renungan :

"CARA BIJAK MERUBAH ORANG"

Cara terbaik untuk merubah orang lain ialah dengan merubah diri sendiri

Kalimat indah dan bahan refleksi,

“Banyak orang berpikir tentang merubah dunia dan orang lain namun tidak pernah berpikir untuk merubah diri sendiri”

Kita sering mengeluh karena orang lain tidak berubah,
padahal segala upaya sudah kita perbuat.

Kita kadang hampir putus asa karena :
* anak tidak berubah sampai sekarang,
* suami kadang tidak peduli,
* isteri sering cuek,
* sahabat sering bersikap dingin.

Ketika segala usaha nampaknya sia²,
kita putus asa.
menyesali diri,
menangis,
kerap mengeluh, mengapa harus begini? mengapa harus begitu?

Muncullah penyesalan dalam benak,
jika usaha kita nampaknya belum membuahkan hasil.

Men…

Kalimat Indah Cinta

Pertemuan Dengan Korrie Layun Lampan

Yang ingin menerbitkan buku gratis KLIK DI SINI

Aku Bapak Popeye