Jumat, 21 September 2012

Lomba Launching Buku Simfoni Balqis


LOMBA LAUNCHING ONLINE SIMFONI BALQIS
“Kritik Ceritanya, Rebut Hadiahnya!!!”
Deadline: 30 Nopember 2012 (Pukul 23.59 WIB)

"Simfoni Balqis" merupakan simbol dari talenta tarian pena para sastrawan negeri Saba' yang mulai menghipnotis panggung literasi sastra. Dilengkapi dengan kodifikasi 100 naskah flash fiction atau cerita mini terbaik dari 320 peserta SCMI 2012 dari berbagai almamater di seluruh belantara dunia, tanpa batas suku, ras maupun agama.”
Seberapa menakjubkankah Simfoni Balqis hingga menjadi head news baik di kalangan masyarakat madani sampai pejabat KBRI maupun MPR RI?!
Mari kita bedah dan kritisi bersama!
Aturan Main:
  1. Pilih Cerita Mini terbaik dalam kodifikasi “Simfoni Balqis”, kemudian berilah komentar, saran & kritik yang bersifat objektif.
  2. Kirim kritik & komentar Anda TANPA IDENTITAS ke email simfonibalqis@gmail.com dengan menyertakan KUPON LOMBA SB (berada dalam buku Simfoni Balqis).(*)
  3. Share info lomba ini di facebook dan men-tag minimal 20 teman Anda.
  4. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

(*) Identitas terwakili dengan KODE KRITIKUS yang terdapat dalam KUPON LOMBA.

Apresiasi Pemenang:
  1. Juara Kritikus Terbaik I: Rp. 500.000.
  2. Juara Kritikus Terbaik II: Rp. 250.000.
  3. Juara Kritikus Terbaik III: Rp. 150.000.
  4. 3 Cerita Mini Favorit (paling banyak mendapat komentar), mendapatkan paket terbit Rp. 100.000 di Deka Publisher.
  5. 20 Kritikus Terbaik & 3 Cermin Favorit memperoleh e-sertifikat dari Deka Publisher.
Catatan:
  1. Update voting cermin favorit dapat diikuti melalui note grup facebook “Simfoni Balqis, Menuju Best Seller” (http://www.facebook.com/groups/336574456436443/). Gabung n’ ramein bareng2, yuk!!
  2. Pengumuman lomba akan dilakukan pada hari Rabu, 19 Desember 2012, pukul: 20.00 WIB di note grup facebook “Simfoni Balqis, Menuju Best Seller” dan website PPI Yaman (www.ppiyemen.com)

Kriteria Penilaian:
  1. Ketajaman Analisa Kritik (Nilai Positif & Negatif Cermin)            : 80 poin.
  2. Kreativitas Pengolahan Kalimat                                                    : 20 poin.

INFO BUKU
Judul: Simfoni Balqis (vol. 1 & vol. 2)
Penerbit: PPI Yaman Press
Harga: Rp. 35.000 (belum masuk ongkos kirim)
Tebal: xiii+192 halaman. 14x20cm
ISSN: 9772302286154

Cara Pemesanan:

Atau Toko Buku Online Akasia : 081545439554 pin BB 28d778dd ( Imam )

Dengan format:
Nama Pemesan:
Alamat Lengkap:
SB-(vol.1 atau vol.2): jumlah eks

Kabar Gembira!!!
  1. Bagi juara & 100 nominator, mendapatkan diskon 10% setiap pembelian bukunya (Harga NOMINATOR: Rp. 27.000).
  2. Setiap pembelian 10 buku, HARGA PERBUKU MENJADI 25.000+GRATIS ONGKIR KE SELURUH WILAYAH INDONESIA.
Koordinator Lomba: Micdarul Chair El-Sharafy

Daftar Isi Simfoni Balqis Vol. I:
Salam Redaksi
Sambutan Ketua PPI Yaman
Kata Pengantar KBRI Sana'a
Juara Pertama       : Baju Koko Untuk Ayah: Yoni Elviandri (Kerinci-Jambi)
Juara Kedua            : Rumah Pasir Yang Terhempaskan: Noorhani Dyani L (DKI Jakarta) 
Juara Ketiga            : Logika Masuk Surga: Epi Suhaepi (Pandeglang-Banten) 

Dari Manca Negara:
Eropa
Diantara Dua Cinta: Indra Kurniawan (Moscow-Rusia) 
Sabar Iku: Suci Lestari Yuana (Paris-Perancis) 
Tisa dan Perjuangan: Rindy Murezki Gawi (Krasnodar-Rusia)
Afrika
Detak Nadi Di Lampu Merah: Afif Husen (Tanger-Maroko)
Dialah Anak Kebanggaanku: Nur Muhammad Afif (Kairo-Mesir)
Harta Yang Terabaikan: Ajeng Giantini Nur Qomariah (Alexanderia-Mesir)
Sebelum Fajar: Neng Fitri Hedi Susanti (Alexanderia-Mesir)
Tak Ada yang Sempurna II: Nur Muhammad Afif (Kairo-Mesir)
Asia dan Australia
Jangan Tanggung-Tanggung: Sho An (Taiwai-Hongkong)
Kuat dan Naga Api: Ulka Chandini Pendit (Kedah-Malaysia)
Berita Baik: Vivi Fajar Anggraeni (Adelaide-South Australia)
Do'a Untuk Bidadari: Abdul Rahman Malik (Mukalla-Yaman)
Kecil Yang Bermakna: Muh. Bahtiar Ali Basya (Tarim-Yaman)
Kemiskinan Bukanlah Alasan Untuk Tidak Belajar: Mohammad Hafidz Anshory (Tarim-Yaman)
Mata Dan Air Mata Ibu: Syaiful Arif (Tarim-Yaman)
Melangkah: Ihsan Wahyudi (Tarim-Yaman)
Pelangi Tanpa Warna: Muhammad Ufi Ishbar Noval (Tarim-Yaman)
Untaian Kata Maaf Tuk Ibu Tercinta: Muhammad Rahmadani (Hautho-Yaman)
Best Partisipasi dalam Negeri, Bagian I
Adakah Cinta Untukku, Mama?: Arinda Sari (Semarang-Jateng)
Akhir Elegi April: Rindang Yuliani (Hulu Sungai Tengah-Kalbar)
Aku Berubah, Maka Aku Berhasil: Malia Fransisca (Sidoarjo-Jatim)
Ambiguitas Cinta: Rianto (Majalengka-Jabar)
Antologi Pertamaku: Septia Milanda ( Ogan Komering Ilir-Sumsel)
Arti Dari Sebuah Pengorbanan: Galih Dwi Jatmiko Setiawan (Sleman-Yogyakarta)
Bakiak Mbah Akung: Retno Wuri Astuti (Magelang-Jateng)
Bapak Tukang Parkir: Ni Putu Deanitha Rizki Awalia (Singaraja-Bali)
Benarkah Tuhan Sang Penyayang?: Ati’ul Ma’rifah Hambaly (Banyumas-Jateng)
Bertahan Saja, Titik!: Dwitya Sobat Ady Dharma (Magelang-Jateng)
Boleh Aku Memelukmu, Pak: Imaniar Putri (Cianjur-Jabar)
Bukan Sekedar Mimpi: Irma Suci Amalia (Bandung-Jabar)
Cerita Plastik: An Nisa Sholiha (Tegal-Jateng)
Cinta Dari Tanah Saba': Miftachul Hasana (Pasuruan-Jatim)
Cinta Sang Pertapa Di Tepi Telaga: Ihsan Muhaqin (Depok-Jabar)
Di Balik Sebuah Rumus: Lulu Fajriatus Rafsanjani (Prabumulih-Sumsel)
Dia Ibuku: Dwi Kristanto Wongso (Pontianak-Kalbar)
Dua Aksara: Marisa Dwi Kusuma Wardani (Bekasi-Jabar)
Dua Hal Yang Utama: Septia Milanda ( Ogan Komering Ilir-Sumsel)
Dua Wanita Bernama Khadijah dan Balqis: Anna R.Nawaning S (Jaktim-DKI Jakarta)
Empat Lelaki Buruk Rupa: Nurul Kholidah (Berau-Kaltim)
From Nothing To Be Something: Ariski Fajarido (Bandar Lampung-Lampung)
Hanya Untukmu: Fajar Sofyantoro (Magelang-Jateng)
Harap Dalam Sesal: Niko Fajar Juliyanto (Magelang-Jateng)
Harga Sebuah Kejujuran: Imam Dairoby (Samarinda-Kaltim)
Hati Seuntai Emas: Ade Apriati (Batanghari-Jambi)
Inilah Pilihanku, Ayah: Fajariah Siti Nurantri (Lampung Selatan-Lampung)
Karena Ini Impianku: Precillia Leonita (Jayapura-Papua)


Daftar Isi Simfoni Balqis Vol. II:
Salam Redaksi
Sambutan Ketua PPI Yaman
Kata Pengantar KBRI Sana'a
Best Partisipasi dalam Negeri, Bagian II
Kataku Yang Tertinggal: Ar-Rizqiyya Aulia Ar-Rahman (Bandung-Jabar)
Kehilangan 3 Cinta: Eny Sukesi (Surabaya-Jatim)
Ketika Anak Daerah Agropolitan Melanglangbuana: Dewi Susanty Antuli (Bone Bolango-Gorontalo)
Ketika Cinta Berbuah Surga: Wulan Sari Nur Azkiyah (Bogor-Jabar)
Ketika Mimpi Berada Di Puncaknya: Dina Dwimulia (Pekanbaru-Riau)
Ketika Mimpi Menjadi Nyata: Lutfiya Al-Qarani (Mataram-NTB)
Kisah Bocah Sang Pengamen Jalanan: Hartika Arbiyanti (Depok-Jabar)
Kisah Peyek Teri Dan Perempuan Mandiri: Fatmawati (Muaro Jambi-Jambi)
Kolam Ikan Hias: Winda Dwi Gustiana (Bogor-Jabar)
Kota Cintaku: Khadijah Auliaur Rohmaani (Surakarta-Jateng)
Kotak Pemberian Nenek: Essy Emiati (Bogor-Jabar)
Kucing: Dwitya Sobat Ady Dharma (Magelang-Jateng)
Kuliah Sambil Bawa Keledai Dan Sampah: Denin (Sumenep-Madura)
Lolos Dari Maut: Sarni Kurniati (Jambi-Jambi)
Malaikat Hujan: Evelyne Ivoryanto (Malang-Jatim)
Man Jadda Wa Jadda: Yuliana (Situbondo-Jatim)
Mandiri Di Usia Senja: Jumai Rofiana (Batang-Jateng)
Mata Hati Kamera: Delia Fitri Sarah (Bogor-Jabar)
Mawar Berduri Yang Indah: Kamilin Nasikah (Blitar-Jatim)
Membakar Asa Sang Penulis: Aida Farichatul Laila (Jepara-Jateng)
Menanti Shubuh: Tuti Salamah (Semarang-Jateng)
Mereka Membutuhkanmu, Negerimu Menunggu Baktimu: Syfa Handayani (Banjarnegara-Jateng)
Metamorfosa Luka: Ririn Rahayu Astuti Ningrum (Kediri-Jatim)
Palestina Pasti Merdeka: Endeh Kursiyah (Karawang-Jabar)
Pelangi: R.A. Dina Okataria Mayza (Palembang-Sumsel)
Pergilah Nak, Aku Ikhlas: Zumaro (Kep. Bangka-Belitung)
Potret Negeriku: Reski Puspitasari A. Sululing (Makassar-Sulsel)
Rezeki Orang Tak Akan Tertukar: Agustin Anggriani (Kudus-Jateng)
Rinduku dalam Doa untuk Ayah: Riski Putri Puspitahati (Palembang-Sumsel)
Sandal Jepit untuk Si Kecil Jembatan Cawang: Dian Sulistiani (Blora-Jateng)
Sang Budayawan Jawa: Bayu Rizky Pratama (Brebes-Jateng)
Sebenarnya Mana Negaraku: Bayu Rizky Pratama (Brebes-Jateng)
Sebuah Getir: Syamsinar (Palu-Sulteng)
Sebuah Janji Untuk Mimpi Dini: Rizki Ramadhani Nst (Medan-Sumut)
Sedekah Ayah Mewujudkan Aneka Impianku: Anna R.Nawaning S (Jaktim-DKI Jakarta)
Segunung Kotak Amal: Hermin Sulistyorini (Lamongan-Jatim)
Semangat Menuju Masa Depan Sukses: Mayga Harvin (Muara Bungo-Jambi)
Sepasang Mata Malaikat: Kholidah Tamami (Tangerang-Banten)
Sepotong Brownis: Irmayana (Kutai Kartanegara-Kaltim)
Seputih Kasih Ibu: Nur Fajrina Rakhmawati (Cilacap-Jateng)
Seulas Senyuman Penjual Susu: Rini Apriani Siregar (Cianjur-Jabar)
Si Loper Koran Itu Adalah Pahlawanku: Titin Indriati (Bangka-Kep. Bangka Belitung)
Sisi Yang Positif: Yayu Pratiwi (Makasar-Sulsel)
Story Behind The Show: Jajang Hartono (Majalengka-Jabar)
Suatu Kali Di Cermin Pagiku: Vivit Evi Puspitasari (Lamongan-Jatim)
Surat yang Menguatkan Segalanya: Ni Putu Intan Sawitri Wirayani (Sidoarjo-Jatim)
Sweet Journey,Thank’s God: Suko Harsono (Kebumen-Jateng)
Talk Less Do More: Irmayana (Kutai Kartanegara-Kaltim)
Tak Ada Yang Sempurna I: Naeli Fitria (Bogor-Jabar)
Taman Ilmu: Ida Maulina (Lhokseumawe-NAD)
Tanda Cinta Buat Aisya: Fajariah Siti Nurantri (Lampung Selatan-Lampung)
Tempat Pulang Terindah: Aditya Dedi Sugiarso (Demak-Jateng)
Terbanglah: Dwiana (Bantul-Yogyakarta)
Titik Nadir Dalam Kehidupan: Muhamad Khafid Rifai (Blitar-Jatim)

2 komentar:

  1. saya kurang sreg dengan judul tersebut seakan menafikan kabar terkini, terbaru, terkontroversial ( berani menggebrak ),yakni kabar tentang pendapat anak negri tentang negri saba' ( teori k.h fahmi basya ).... berapa banyak argumen anda menyebut yaman sebagai negri saba' seberapa kuat dalil tersebut !! dalil dari alqur'an kah ? atau hadits kah ?dan bagaimana menurut perasaan ( akal rasio )anda ?

    BalasHapus
  2. saya kurang sreg dengan judul tersebut seakan menafikan kabar terkini, terbaru, terkontroversial ( berani menggebrak ),yakni kabar tentang pendapat anak negri tentang negri saba' ( teori k.h fahmi basya ).... berapa banyak argumen anda menyebut yaman sebagai negri saba' seberapa kuat dalil tersebut !! dalil dari alqur'an kah ? atau hadits kah ?dan bagaimana menurut perasaan ( akal rasio )anda ?

    BalasHapus

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...