Kamis, 27 September 2012

Yang Kuingin Hanya Kamu

Oleh : Goen Mintoro

Ingin belikanmu mainan
Pilih mobil-mobilan atau boneka?
Ingin belikanmu baju baru
Pilih model dan warna yang kamu suka
Ingin belikanmu seragam sekolah
Ingin belikanmu buku-buku pelajaran
Ingin bacakan dongeng sebelum tidur
Ingin meninabobokanmu
Ingin mengajarkanmu bersepeda
Ah begitu banyak yang aku ingin

Aku selalu menunggu hadirmu
Mendengar tangismu, tawamu
Mendengar ocehanmu, celotehanmu
Memecah kesunyian hatiku
Yang kuingin hanya kamu
Bilakah terjawab semua inginku

Cirebon, 26 September 2012

Rabu, 26 September 2012

Amarah ( My F )



Aku tak tahu
ketika detak jantung semakin cepat
nafasku terengah
kepal tangan mengeras
tenggorokanku tercekat
panas wajah ini
amarahku bergejolak
cemburu
merasa di permainkan
merasa di permalukan
merasa terhina
merasa tersakiti
ingin ku benturkan kepala ini
ingin ku hempaskan raga ini
ingin ku habisi jiwa ini
galau
bingung
amarah ini buatku meledak
ada kebencian
ada dendam
ada tangis
ada sakit
ada sesal
ada kasihan
lelah
pusing
ingin pergi
ingin lari
ledakan amarah ini
buatku sakit
teramat sakit
hingga pantas
bila jantungku
berhenti berdegup
ku rela
jika itu maumu
jika itu keinginanmu
aku ikhlas
jika
nyawa ini
hilang
ada harganya
di matamu


kau tahu ( YFSM ), aku sangat sakit
samarinda, 07 september 2012
( bapak, Mamak........ maafkan aku )

# ? ( Black Swan )




purnama bersinar
keperakan indah memancar hiasi telaga
kelebat hitam mengepak
membuat riak pudarkan indah
sirnakan bahagia
pudarkan asa
terengut semua
tersisa ku berlari
compang camping
ronakan merah
darah
terjatuh
di tengah hiruk pikuk
samar semua
kemilau
cahaya menyilaukan
pekak terasa
duhai
terengkuh dalam kekosongan
jiwa
mengayun
di hembusan
yang tak terasa
ringan
terhempas
luruh
kaku
inikah
kesempurnaan ?

Selasa, 25 September 2012

Menapaki Kerajaan Paser Balengkong


13456972841647419087

13456973401849056313Jika orang semua mudik di kampung halaman sendiri, maka saya mudik di kampung halaman nya orang lain. Karena saya sudah tak memiliki kampung halaman lagi. Tetapi itu membuat saya menjadi tahu seluk beluk daerah2 terpencil di nusantara.

Minggu, 23 September 2012

Menabur Benih ( tak ada yang sia-sia dalam hidup )



Di sebuah kaki gunung yang gundul dan tandus. Seorang bapak tua memikul sebuah kantung penuh berisi bibit pohon kayu di bahunya, sementara sebuah cangkul berada di bahu yang lain . 
Sepanjang hari pak tua menggali lobang dan memasukan bibit-bibit pohon tersebut. Begitulah kerja pak tua setiap hari. Ketika malam tiba, ia memetik sayur-sayur yang bertumbuh liar di kaki gunung itu untuk menjadi santapannya di malam nanti.
Suatu hari sejumlah murid sekolah datang berpiknik di kaki gunung tersebut, dan mereka begitu heran melihat pak tua yang seakan melakukan suatu pekerjaan yang amat tak berarti, karena tempat itu nampak tandus dan tak mungkin bibit-bibit itu akan bertumbuh subur.
“Aku hidup di tempat ini dan aku telah menaburkan jutaan benih pohon kayu. Namun hanya 1 persen saja yang tumbuh. Tapi aku tak akan berputus asa. Di hari tuaku, aku ingin terus menaburkan benih di sini.”
Tahun terus beralih. Anak-anak sekolah tersebut telah bertumbuh dewasa. Ketika mereka datang lagi ke kaki gunung tersebut...WAH...!!! Mereka tercengang dan berdecak kagum. Betapa indah pemandangan di sana yang diwarnai pohon-pohon nan hijau serta merdunya nyanyian burung. Bapak tua sudah lama pergi. Namun ia meninggalkan harta karun tak ternilai.

Pengorbanan kita mungkin tak dapat dinikmati hasilnya saat ini. Namun percayalah, bahwa ada saatnya ketika bibit memunculkan tunasnya.

(Janganlah berusaha menjadi orang yang berhasil, tapi berusahalah menjadi orang yang bernilai. - Einstein)

Jumat, 21 September 2012

Lomba Launching Buku Simfoni Balqis


LOMBA LAUNCHING ONLINE SIMFONI BALQIS
“Kritik Ceritanya, Rebut Hadiahnya!!!”
Deadline: 30 Nopember 2012 (Pukul 23.59 WIB)

"Simfoni Balqis" merupakan simbol dari talenta tarian pena para sastrawan negeri Saba' yang mulai menghipnotis panggung literasi sastra. Dilengkapi dengan kodifikasi 100 naskah flash fiction atau cerita mini terbaik dari 320 peserta SCMI 2012 dari berbagai almamater di seluruh belantara dunia, tanpa batas suku, ras maupun agama.”
Seberapa menakjubkankah Simfoni Balqis hingga menjadi head news baik di kalangan masyarakat madani sampai pejabat KBRI maupun MPR RI?!
Mari kita bedah dan kritisi bersama!
Aturan Main:
  1. Pilih Cerita Mini terbaik dalam kodifikasi “Simfoni Balqis”, kemudian berilah komentar, saran & kritik yang bersifat objektif.
  2. Kirim kritik & komentar Anda TANPA IDENTITAS ke email simfonibalqis@gmail.com dengan menyertakan KUPON LOMBA SB (berada dalam buku Simfoni Balqis).(*)
  3. Share info lomba ini di facebook dan men-tag minimal 20 teman Anda.
  4. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

(*) Identitas terwakili dengan KODE KRITIKUS yang terdapat dalam KUPON LOMBA.

Apresiasi Pemenang:
  1. Juara Kritikus Terbaik I: Rp. 500.000.
  2. Juara Kritikus Terbaik II: Rp. 250.000.
  3. Juara Kritikus Terbaik III: Rp. 150.000.
  4. 3 Cerita Mini Favorit (paling banyak mendapat komentar), mendapatkan paket terbit Rp. 100.000 di Deka Publisher.
  5. 20 Kritikus Terbaik & 3 Cermin Favorit memperoleh e-sertifikat dari Deka Publisher.
Catatan:
  1. Update voting cermin favorit dapat diikuti melalui note grup facebook “Simfoni Balqis, Menuju Best Seller” (http://www.facebook.com/groups/336574456436443/). Gabung n’ ramein bareng2, yuk!!
  2. Pengumuman lomba akan dilakukan pada hari Rabu, 19 Desember 2012, pukul: 20.00 WIB di note grup facebook “Simfoni Balqis, Menuju Best Seller” dan website PPI Yaman (www.ppiyemen.com)

Kriteria Penilaian:
  1. Ketajaman Analisa Kritik (Nilai Positif & Negatif Cermin)            : 80 poin.
  2. Kreativitas Pengolahan Kalimat                                                    : 20 poin.

INFO BUKU
Judul: Simfoni Balqis (vol. 1 & vol. 2)
Penerbit: PPI Yaman Press
Harga: Rp. 35.000 (belum masuk ongkos kirim)
Tebal: xiii+192 halaman. 14x20cm
ISSN: 9772302286154

Cara Pemesanan:

Atau Toko Buku Online Akasia : 081545439554 pin BB 28d778dd ( Imam )

Dengan format:
Nama Pemesan:
Alamat Lengkap:
SB-(vol.1 atau vol.2): jumlah eks

Kabar Gembira!!!
  1. Bagi juara & 100 nominator, mendapatkan diskon 10% setiap pembelian bukunya (Harga NOMINATOR: Rp. 27.000).
  2. Setiap pembelian 10 buku, HARGA PERBUKU MENJADI 25.000+GRATIS ONGKIR KE SELURUH WILAYAH INDONESIA.
Koordinator Lomba: Micdarul Chair El-Sharafy

Daftar Isi Simfoni Balqis Vol. I:
Salam Redaksi
Sambutan Ketua PPI Yaman
Kata Pengantar KBRI Sana'a
Juara Pertama       : Baju Koko Untuk Ayah: Yoni Elviandri (Kerinci-Jambi)
Juara Kedua            : Rumah Pasir Yang Terhempaskan: Noorhani Dyani L (DKI Jakarta) 
Juara Ketiga            : Logika Masuk Surga: Epi Suhaepi (Pandeglang-Banten) 

Dari Manca Negara:
Eropa
Diantara Dua Cinta: Indra Kurniawan (Moscow-Rusia) 
Sabar Iku: Suci Lestari Yuana (Paris-Perancis) 
Tisa dan Perjuangan: Rindy Murezki Gawi (Krasnodar-Rusia)
Afrika
Detak Nadi Di Lampu Merah: Afif Husen (Tanger-Maroko)
Dialah Anak Kebanggaanku: Nur Muhammad Afif (Kairo-Mesir)
Harta Yang Terabaikan: Ajeng Giantini Nur Qomariah (Alexanderia-Mesir)
Sebelum Fajar: Neng Fitri Hedi Susanti (Alexanderia-Mesir)
Tak Ada yang Sempurna II: Nur Muhammad Afif (Kairo-Mesir)
Asia dan Australia
Jangan Tanggung-Tanggung: Sho An (Taiwai-Hongkong)
Kuat dan Naga Api: Ulka Chandini Pendit (Kedah-Malaysia)
Berita Baik: Vivi Fajar Anggraeni (Adelaide-South Australia)
Do'a Untuk Bidadari: Abdul Rahman Malik (Mukalla-Yaman)
Kecil Yang Bermakna: Muh. Bahtiar Ali Basya (Tarim-Yaman)
Kemiskinan Bukanlah Alasan Untuk Tidak Belajar: Mohammad Hafidz Anshory (Tarim-Yaman)
Mata Dan Air Mata Ibu: Syaiful Arif (Tarim-Yaman)
Melangkah: Ihsan Wahyudi (Tarim-Yaman)
Pelangi Tanpa Warna: Muhammad Ufi Ishbar Noval (Tarim-Yaman)
Untaian Kata Maaf Tuk Ibu Tercinta: Muhammad Rahmadani (Hautho-Yaman)
Best Partisipasi dalam Negeri, Bagian I
Adakah Cinta Untukku, Mama?: Arinda Sari (Semarang-Jateng)
Akhir Elegi April: Rindang Yuliani (Hulu Sungai Tengah-Kalbar)
Aku Berubah, Maka Aku Berhasil: Malia Fransisca (Sidoarjo-Jatim)
Ambiguitas Cinta: Rianto (Majalengka-Jabar)
Antologi Pertamaku: Septia Milanda ( Ogan Komering Ilir-Sumsel)
Arti Dari Sebuah Pengorbanan: Galih Dwi Jatmiko Setiawan (Sleman-Yogyakarta)
Bakiak Mbah Akung: Retno Wuri Astuti (Magelang-Jateng)
Bapak Tukang Parkir: Ni Putu Deanitha Rizki Awalia (Singaraja-Bali)
Benarkah Tuhan Sang Penyayang?: Ati’ul Ma’rifah Hambaly (Banyumas-Jateng)
Bertahan Saja, Titik!: Dwitya Sobat Ady Dharma (Magelang-Jateng)
Boleh Aku Memelukmu, Pak: Imaniar Putri (Cianjur-Jabar)
Bukan Sekedar Mimpi: Irma Suci Amalia (Bandung-Jabar)
Cerita Plastik: An Nisa Sholiha (Tegal-Jateng)
Cinta Dari Tanah Saba': Miftachul Hasana (Pasuruan-Jatim)
Cinta Sang Pertapa Di Tepi Telaga: Ihsan Muhaqin (Depok-Jabar)
Di Balik Sebuah Rumus: Lulu Fajriatus Rafsanjani (Prabumulih-Sumsel)
Dia Ibuku: Dwi Kristanto Wongso (Pontianak-Kalbar)
Dua Aksara: Marisa Dwi Kusuma Wardani (Bekasi-Jabar)
Dua Hal Yang Utama: Septia Milanda ( Ogan Komering Ilir-Sumsel)
Dua Wanita Bernama Khadijah dan Balqis: Anna R.Nawaning S (Jaktim-DKI Jakarta)
Empat Lelaki Buruk Rupa: Nurul Kholidah (Berau-Kaltim)
From Nothing To Be Something: Ariski Fajarido (Bandar Lampung-Lampung)
Hanya Untukmu: Fajar Sofyantoro (Magelang-Jateng)
Harap Dalam Sesal: Niko Fajar Juliyanto (Magelang-Jateng)
Harga Sebuah Kejujuran: Imam Dairoby (Samarinda-Kaltim)
Hati Seuntai Emas: Ade Apriati (Batanghari-Jambi)
Inilah Pilihanku, Ayah: Fajariah Siti Nurantri (Lampung Selatan-Lampung)
Karena Ini Impianku: Precillia Leonita (Jayapura-Papua)


Daftar Isi Simfoni Balqis Vol. II:
Salam Redaksi
Sambutan Ketua PPI Yaman
Kata Pengantar KBRI Sana'a
Best Partisipasi dalam Negeri, Bagian II
Kataku Yang Tertinggal: Ar-Rizqiyya Aulia Ar-Rahman (Bandung-Jabar)
Kehilangan 3 Cinta: Eny Sukesi (Surabaya-Jatim)
Ketika Anak Daerah Agropolitan Melanglangbuana: Dewi Susanty Antuli (Bone Bolango-Gorontalo)
Ketika Cinta Berbuah Surga: Wulan Sari Nur Azkiyah (Bogor-Jabar)
Ketika Mimpi Berada Di Puncaknya: Dina Dwimulia (Pekanbaru-Riau)
Ketika Mimpi Menjadi Nyata: Lutfiya Al-Qarani (Mataram-NTB)
Kisah Bocah Sang Pengamen Jalanan: Hartika Arbiyanti (Depok-Jabar)
Kisah Peyek Teri Dan Perempuan Mandiri: Fatmawati (Muaro Jambi-Jambi)
Kolam Ikan Hias: Winda Dwi Gustiana (Bogor-Jabar)
Kota Cintaku: Khadijah Auliaur Rohmaani (Surakarta-Jateng)
Kotak Pemberian Nenek: Essy Emiati (Bogor-Jabar)
Kucing: Dwitya Sobat Ady Dharma (Magelang-Jateng)
Kuliah Sambil Bawa Keledai Dan Sampah: Denin (Sumenep-Madura)
Lolos Dari Maut: Sarni Kurniati (Jambi-Jambi)
Malaikat Hujan: Evelyne Ivoryanto (Malang-Jatim)
Man Jadda Wa Jadda: Yuliana (Situbondo-Jatim)
Mandiri Di Usia Senja: Jumai Rofiana (Batang-Jateng)
Mata Hati Kamera: Delia Fitri Sarah (Bogor-Jabar)
Mawar Berduri Yang Indah: Kamilin Nasikah (Blitar-Jatim)
Membakar Asa Sang Penulis: Aida Farichatul Laila (Jepara-Jateng)
Menanti Shubuh: Tuti Salamah (Semarang-Jateng)
Mereka Membutuhkanmu, Negerimu Menunggu Baktimu: Syfa Handayani (Banjarnegara-Jateng)
Metamorfosa Luka: Ririn Rahayu Astuti Ningrum (Kediri-Jatim)
Palestina Pasti Merdeka: Endeh Kursiyah (Karawang-Jabar)
Pelangi: R.A. Dina Okataria Mayza (Palembang-Sumsel)
Pergilah Nak, Aku Ikhlas: Zumaro (Kep. Bangka-Belitung)
Potret Negeriku: Reski Puspitasari A. Sululing (Makassar-Sulsel)
Rezeki Orang Tak Akan Tertukar: Agustin Anggriani (Kudus-Jateng)
Rinduku dalam Doa untuk Ayah: Riski Putri Puspitahati (Palembang-Sumsel)
Sandal Jepit untuk Si Kecil Jembatan Cawang: Dian Sulistiani (Blora-Jateng)
Sang Budayawan Jawa: Bayu Rizky Pratama (Brebes-Jateng)
Sebenarnya Mana Negaraku: Bayu Rizky Pratama (Brebes-Jateng)
Sebuah Getir: Syamsinar (Palu-Sulteng)
Sebuah Janji Untuk Mimpi Dini: Rizki Ramadhani Nst (Medan-Sumut)
Sedekah Ayah Mewujudkan Aneka Impianku: Anna R.Nawaning S (Jaktim-DKI Jakarta)
Segunung Kotak Amal: Hermin Sulistyorini (Lamongan-Jatim)
Semangat Menuju Masa Depan Sukses: Mayga Harvin (Muara Bungo-Jambi)
Sepasang Mata Malaikat: Kholidah Tamami (Tangerang-Banten)
Sepotong Brownis: Irmayana (Kutai Kartanegara-Kaltim)
Seputih Kasih Ibu: Nur Fajrina Rakhmawati (Cilacap-Jateng)
Seulas Senyuman Penjual Susu: Rini Apriani Siregar (Cianjur-Jabar)
Si Loper Koran Itu Adalah Pahlawanku: Titin Indriati (Bangka-Kep. Bangka Belitung)
Sisi Yang Positif: Yayu Pratiwi (Makasar-Sulsel)
Story Behind The Show: Jajang Hartono (Majalengka-Jabar)
Suatu Kali Di Cermin Pagiku: Vivit Evi Puspitasari (Lamongan-Jatim)
Surat yang Menguatkan Segalanya: Ni Putu Intan Sawitri Wirayani (Sidoarjo-Jatim)
Sweet Journey,Thank’s God: Suko Harsono (Kebumen-Jateng)
Talk Less Do More: Irmayana (Kutai Kartanegara-Kaltim)
Tak Ada Yang Sempurna I: Naeli Fitria (Bogor-Jabar)
Taman Ilmu: Ida Maulina (Lhokseumawe-NAD)
Tanda Cinta Buat Aisya: Fajariah Siti Nurantri (Lampung Selatan-Lampung)
Tempat Pulang Terindah: Aditya Dedi Sugiarso (Demak-Jateng)
Terbanglah: Dwiana (Bantul-Yogyakarta)
Titik Nadir Dalam Kehidupan: Muhamad Khafid Rifai (Blitar-Jatim)

Senin, 17 September 2012

Melihat Terang


 
Seorang Guru Budha bertanya kepada murid-muridnya: ‘Kapan anda tahu bahwa kegelapan itu hilang dan berubah menjadi terang?’

Seorang murid setelah membungkuk memberikan rasa hormat kepada sang guru, menjawab; ‘Saya tahu bahwa kegelapan itu berubah menjadi terang ketika saya perlahan-lahan mampu melihat suatu benada di kejauhan, dan saya tahu pasti bahwa itu adalah seekor binatang.’ Sang Guru menggelengkan kepala.

Seorang murid lain bangkit berdiri memberikan jawaban; ‘Saya tahu bahwa kegelapan itu berubah menjadi terang ketika di kejauhan saya perlahan-lahan mampu melihat suatu benda dan saya tahu bahwa itu adalah sebatang pohon. Lebih dari itu, saya mampu melihat buah di atas pohon tersebut, dan dari buahnya saya bisa tahu secara pasti nama pohon tersebut.’

Sang Guru memperhatikan muridnya tersebut lalu menggelengkan kepala.

Setelah hening beberapa saat, sang Guru berkata; ‘Apabila anda mampu melihat ke dalam mata seseorang dengan penuh rasa belas kasih, dan dari pancaran mata itu anda mampu mengenal bahwa ia adalah saudaramu, bahwa ia adalah saudarimu, saat itulah anda telah berada dalam terang.’

Minggu, 16 September 2012

Bersyukur Setiap Waktu Atas Segala Hal



Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" 
Si supir menjawab, "Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai" 
Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?"

Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan."

Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.
Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.
Saya menjadi gemar berganta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.

Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu." Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga."

Sabtu, 15 September 2012

I promise you ...


 
I could promise to hold you, and to cherish you.
I could promise to be there in sickness and in health. I could say till death do us part.
But I won't. Those vows are for optimistic couples, the ones full of hope.
And I do not stand here, on my wedding day, optimistic or full of hope.
I am not optimistic. I am not hopeful.
I am sure. I am steady.
And I know. I am a heart man. I take them apart. I put them back together. I hold them in my hands. I ... am a heart man.
So this, I am sure. You are my partner, my lover, my very best friend. My heart beats for you.
And on this day, the day of our wedding, I promise you this. I promise you to lay my heart in the palm of your hands.
I promise you ... me.
- Grey's Anatomy

Jumat, 14 September 2012

Malam

By : Tri Nining Lestary

sepi malam dalam kerinduan...
hanya suara detak jam dinding...
sesekali suara binatang malam mengusikku...

sepi....aku terdiam sendiri...

merenungi perjalanan hari....
apa yang ku raih hari ini...

sayup-sayup mata mulai terpejam...
ku panjatkan do'a...
semoga esok ku bisa melihat mentari tersenyum kembali..

Selasa, 11 September 2012

Kalimat-kalimat Bijak

  • Jangan pernah meremehkan dirimu. Tuhan memberikanmu hidup bukan karena kamu membutuhkannya tetapi karena seseorang membutuhkanmu.
  • Jangan hiraukan mereka yang menjelekkan dirimu. Siapa dirimu hanya kamu yang tahu. hanya kamu yang menentukan bukan mereka.
  • Menjadi yang TERBAIK lebih penting dari pada menjadi yang PERTAMA
  • Jangan terlalu bergantung pada orang lain, kamu lebih kuat dari yang kamu pikirkan, hanya terkadang kamu tak mempercayainya.
  • Jangan tangisi dia yang mengkhianatimu, bersyukurlah karena Tuhan telah menunjukan bahwa dia bukan orang yang tepat bagimu.
  • Jangan buang energimu untuk membalas karena hukum alam lebih mengerikan.
  • Jangan lari dari masalah, mereka akan selalu menghampirimu. yang harus kamu lakukan adalah pelajari cara mengatasinya.
  • Jangan remehkan dirimu sendiri. kamu terlahir dengan banyak talenta, manfaatkanlah sebagai jembatan kebahagiaanmu.
  • Sesuatu yang di mulai dengan kebaikan akan menghasilkan kebaikan. Namun jika hasilnya belum baik, maka itu bukanlah akhir.
  • Rasa iri merugikanmu. Luangkan waktu untuk bersyukur atas segala hal yang kamu miliki. kamu terbaik dengan caramu sendiri.
  • Hidup selalu punya banyak hal untuk membuatmu jatuh. namun apa yang benar-benar membuatmu jatuh adalah sikapmu sendiri.
  • Jangan pernah berpikir kamu bukan siapa-siapa, karena kamu tak pernah tahu " ada seseorang yang berpikir kamu adalah segalanya"
  • Jangan pikirkan mereka yang membencimu, karena mereka hanya iri atas pribadimu yang lebih baik. Abaikan mereka dan teruslah melangkah.

Senin, 10 September 2012

Cara Sederhana Menjadi Penulis Dahsyat ( Opini )


Opini saya pada buku :

CARA SEDERHANA MENJADI PENULIS HEBAT

            
Pertama melihat buku ini terbersit dalam pikiran saya sesederhana apa sih kiat yang akan di berikan oleh penulisnya. Beruntung saya sedikit banyak telah mengenal sang penulis ketika buku ini terbit, walau perkenalan kami hanya sebatas di dunia maya Facebook dan melalui Blackberry Messenger ( maaf sebutin merek ).
           
Tetapi itulah sebenarnya yang semakin membuat pertanyaan itu berdegung terus di kepala. Menunggu terbitnya buku tersebut dengan banyak ragam tanda Tanya. Apa lagi sebelumnya saya sudah membaca buku beliau “33 cara merevolusi Hidup” yang penuh dengan motivasi berdasarkan pengalaman beliau sendiri sebagai penulisnya.
          
Ketika buku tersebut sampai di tangan saya lembar demi lembar saya membacanya, ada 12 Bab yang membahas tentang menulis. Dan saya berpendapat bahwa ini berdasarkan pengalaman pribadi dari penulisnya.
         
Intinya penulis memberikan tutorial bagaimana pengalamannya dalam membuat sebuah karya tulis. Dan berupaya untuk bias menginspirasi pembacanya bahwa menulis bukan sesuatu yang sukar bahkan menurut penulis, menulis itu memiliki cara yang sederhana dan dapat dilakukan siapa saja yang ingin menjadi penulis.
            
Sasaran yang di inginkan penulis bisa saja sampai pada pembacanya, karena dibahas dengan bahasa lugas dan dapat di mengerti. Tanpa banyak bahasa yang membuat pembaca harus bolak-balik mencari kamus. ( Karena ada buku yang terlalu banyak menulis istilah asing, entah apa maksud penulisnya. Jika menemui buku yang seperti itu biasanya saya langsung menyingkirkan untuk dibaca saat saya memiliki waktu luang yang sangat panjang ).
            
Apalagi dalam buku Cara Sederhana Menjadi Penulis Dahsyat ( saya singkat CSMPD  ) KH Ilyas Afsoh memberikan beberapa contoh tulisan yang bisa di kembangkan oleh pembaca CSMPD. Di dalamnya juga ada beberapa metode dalam membuat sebuah tulisan.
            
Karena buku ini adalah buku perdana dari Penerbit Afsoh Publisher, tentunya ada beberapa hal yang sedikitnya dapat mengganggu pembaca. Diantaranya adalah pembagian bab yang membuat tidak nyaman, juga kecilnya penomoran halamannya.
             
Kesan buku menjadi sangat tebal karena hanya pada sisi muka halaman saja yang terdapat tulisan dan tidak secara bolak balik. Andai bisa setiap halaman dibuat seperti buku pada umumnya mungkin tak terlalu tebal. Tentu berdampak pada harga nya ( Maaf naluri penjual kembali menguak hehehehe ).
            
Font tulisan ada baiknya di buat semenarik mungkin, hingga jika membaca buku ini harusnya tak seperti membaca buku pelajaran. Demikian juga gambar-gambar yang terdapat dalam buku CSMPD, indah kalau berwarna.Sebagai saran saja untuk penerbitan cetakan kedua .
            
Secara garis besar buku ini layak untuk di miliki dan sebagai penulis pemula buku ini bisa jadi salah satu acuan untuk menggelorakan semangat menulis, sebab secara tidak langsung di buku ini KH Ilyas Afsoh memberikan sebuah pengalaman bagaimana dirinya jatuh bangun dalam dunia kepenulisan.
            
Sederhana dalam buku ini bukan berarti “Mudah”. Bagi saya kata sederhana dalam buku ini adalah jika ingin menjadi penulis dahsyat, yang kita lakukan adalah menyimak, mendiskripsikan, dan menuliskan kegiatan kita sehari-hari dengan penuh “ Sabar dan Syukur”.

Terkadang itu tidak mudah bukan mengimplementasikan Sabar dan Syukur dalam kehidupan. Tetapi rasanya semuanya akan mengalir bagai air jika kita berikhtiar untuk melaksanakannya.
      
Semoga opini saya ini, ( bukan resensi ataupun testimoni ) bisa bermanfaat bagi buku CSMPD ke depan dan Afsoh Publiser . Semoga semakin hari semakin lebih baik dan menjadikan sebuah “Keajaiban Hidup” bagi para penulisnya. Amin

Hope for the next Indonesia


Buku yang mengangkat tentang harapan kepada 2 tokoh populer saat ini Dahlan Iskan dan Jokowi. Dan terdapat dalam 1 buku.
Judul : HOPE FOR THE NEXT INDONESIA
ISBN: 978-602-225-490-4
Terbit: Agustus 2012
Halaman : 209,

info order/tanya2 silahkan :
TELP/SMS Di 081241713764
PIN BB 57F6199C

Pesan di Bukalapak

Deskripsi:


Buku ini berisi kumpulan surat yang ditujukan untuk Joko Widodo dan Dahlan Iskan. Berisikan keinginan, harapan, dan cita-cita masyarakat Indonesia akan keberadaan dua tokoh nasional tersebut. Semoga dengan hadirnya buku ini dapat membuka gerbang wawasan dan memberikan pembelajaran pada kita tentang sosok kepemimpinan yang baik untuk negeri ini.

Simfony Balqis Vol. 1


SIMFONY BALQIS VOL.1
Harga : Rp. 65.000 ( Sudah termasuk ongkos kirim )
Pesan : 081545439554/081241713764

Daftar Isi Simfoni Balqis Vol. I:

Salam Redaksi
Sambutan Ketua PPI Yaman
Kata Pengantar KBRI Sana'a
Juara Pertama : Baju Koko Untuk Ayah: Yoni Elviandri (Kerinci-Jambi)
Juara Kedua : Rumah Pasir Yang Terhempaskan: Noorhani Dyani L (DKI Jakarta)
Juara Ketiga : Logika Masuk Surga: Epi Suhaepi (Pandeglang-Banten)

Dari Manca Negara:

Eropa

Diantara Dua Cinta: Indra Kurniawan (Moscow-Rusia)
Sabar Iku: Suci Lestari Yuana (Paris-Perancis)
Tisa dan Perjuangan: Rindy Murezki Gawi (Krasnodar-Rusia)
Afrika
Detak Nadi Di Lampu Merah: Afif Husen (Tanger-Maroko)
Dialah Anak Kebanggaanku: Nur Muhammad Afif (Kairo-Mesir)
Harta Yang Terabaikan: Ajeng Giantini Nur Qomariah (Alexanderia-Mesir)
Sebelum Fajar: Neng Fitri Hedi Susanti (Alexanderia-Mesir)
Tak Ada yang Sempurna II: Nur Muhammad Afif (Kairo-Mesir)
Asia dan Australia
Jangan Tanggung-Tanggung: Sho An (Taiwai-Hongkong)
Kuat dan Naga Api: Ulka Chandini Pendit (Kedah-Malaysia)
Berita Baik: Vivi Fajar Anggraeni (Adelaide-South Australia)
Do'a Untuk Bidadari: Abdul Rahman Malik (Mukalla-Yaman)
Kecil Yang Bermakna: Muh. Bahtiar Ali Basya (Tarim-Yaman)
Kemiskinan Bukanlah Alasan Untuk Tidak Belajar: Mohammad Hafidz Anshory (Tarim-Yaman)
Mata Dan Air Mata Ibu: Syaiful Arif (Tarim-Yaman)
Melangkah: Ihsan Wahyudi (Tarim-Yaman)
Pelangi Tanpa Warna: Muhammad Ufi Ishbar Noval (Tarim-Yaman)
Untaian Kata Maaf Tuk Ibu Tercinta: Muhammad Rahmadani (Hautho-Yaman)
Best Partisipasi dalam Negeri, Bagian I
Adakah Cinta Untukku, Mama?: Arinda Sari (Semarang-Jateng)
Akhir Elegi April: Rindang Yuliani (Hulu Sungai Tengah-Kalbar)
Aku Berubah, Maka Aku Berhasil: Malia Fransisca (Sidoarjo-Jatim)
Ambiguitas Cinta: Rianto (Majalengka-Jabar)
Antologi Pertamaku: Septia Milanda ( Ogan Komering Ilir-Sumsel)
Arti Dari Sebuah Pengorbanan: Galih Dwi Jatmiko Setiawan (Sleman-Yogyakarta)
Bakiak Mbah Akung: Retno Wuri Astuti (Magelang-Jateng)
Bapak Tukang Parkir: Ni Putu Deanitha Rizki Awalia (Singaraja-Bali)
Benarkah Tuhan Sang Penyayang?: Ati’ul Ma’rifah Hambaly (Banyumas-Jateng)
Bertahan Saja, Titik!: Dwitya Sobat Ady Dharma (Magelang-Jateng)
Boleh Aku Memelukmu, Pak: Imaniar Putri (Cianjur-Jabar)
Bukan Sekedar Mimpi: Irma Suci Amalia (Bandung-Jabar)
Cerita Plastik: An Nisa Sholiha (Tegal-Jateng)
Cinta Dari Tanah Saba': Miftachul Hasana (Pasuruan-Jatim)
Cinta Sang Pertapa Di Tepi Telaga: Ihsan Muhaqin (Depok-Jabar)
Di Balik Sebuah Rumus: Lulu Fajriatus Rafsanjani (Prabumulih-Sumsel)
Dia Ibuku: Dwi Kristanto Wongso (Pontianak-Kalbar)
Dua Aksara: Marisa Dwi Kusuma Wardani (Bekasi-Jabar)
Dua Hal Yang Utama: Septia Milanda ( Ogan Komering Ilir-Sumsel)
Dua Wanita Bernama Khadijah dan Balqis: Anna R.Nawaning S (Jaktim-DKI Jakarta)
Empat Lelaki Buruk Rupa: Nurul Kholidah (Berau-Kaltim)
From Nothing To Be Something: Ariski Fajarido (Bandar Lampung-Lampung)
Hanya Untukmu: Fajar Sofyantoro (Magelang-Jateng)
Harap Dalam Sesal: Niko Fajar Juliyanto (Magelang-Jateng)
Harga Sebuah Kejujuran: Imam Dairoby (Samarinda-Kaltim)
Hati Seuntai Emas: Ade Apriati (Batanghari-Jambi)
Inilah Pilihanku, Ayah: Fajariah Siti Nurantri (Lampung Selatan-Lampung)
Karena Ini Impianku: Precillia Leonita (Jayapura-Papua)

Minggu, 09 September 2012

Lomba Penulisan Novel Amore oleh Penerbit Gramedia



Amore: Let's Fall in Love!

Ingin menjadi penulis Gramedia Pustaka Utama? Ini kesempatan karyamu diterbitkan dengan mengikuti Lomba Penulisan Novel AMORE. Amore adalah novel dewasa yang menampilkan kisah roman dalam negeri. Ditulis oleh pengarang Indonesia, menampilkan kisah cinta yang menggugah hati.

Ketentuan Lomba:

1. Lomba terbuka untuk semua warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas.
2. Tema cerita bebas, harus berkaitan dengan kisah cinta, tidak mengandung SARA dan pornografi.
3. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
4. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
5. Panjang Naskah 150-250 halaman A4, 1,5 spasi, 12 pt, font Times New Roman. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
6. Kirimkan naskah (print out), sinopsis cerita, biodata berikut nomor kontak yang bisa dihubungi & foto berwarna, serta fotokopi tanda pengenal peserta (KTP/identitas lain)

ke:

Panitia AMORE!
Redaksi Fiksi PT Gramedia Pustaka Utama
Jln. Palmerah Barat 29-37 Lt. 5, Jakarta 10270
Telp. (021) 53650110 ext. 3511, 3512

-- Cantumkan "Lomba Novel Amore" di pojok kiri atas amplop --

Catatan: seluruh naskah yang masuk menjadi milik panitia lomba

7. Seluruh naskah yang masuk menjadi milik panitia lomba
8. Naskah kami tunggu selambat-lambatnya 1 Desember 2012


MENANGKAN HADIAH SEBAGAI BERIKUT:
Juara I Rp 7.500.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Juara II Rp 5.000.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Juara III Rp 3.000.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Pemenang Berbakat (3 orang) Rp1.500.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor

Bagi Juara dan Pemenang Berbakat, novelmu juga akan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.

*) Hadiah belum termasuk royalti jika diterbitkan.

Rabu, 05 September 2012

Lomba Cerpen "Creative Comedy"


 Lomba Cerpen "Creative Comedy" hadiah jutaan rupiah plus karya dibukukan.
 Cekidot ya :




 Keterangan selengkapnya klik di sini : Mekanisme Lomba Menulis Cerpen

Keledai dan Garam Muatannya


 
Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. 

Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.

Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.

Cara yang sama tidak cocok digunakan untuk segala situasi.

Selasa, 04 September 2012

Maaf , bila aku terlalu memaksakan diriku


Alkisah seorang Pria yang penuh dengan kotoran sampah , bau dan dekil berkenalan dengan seorang yang sangat rapi, santun dan berkelas. Mereka berkenalan begitu saja dan dapat saling berbagi cerita dan tawa. Sang lelaki kotor sangat kagum pada Pria rapi itu sebab selama dia hidup baru sekarang dia menemukan seseorang yang bercerita akrab tanpa memicingkan mata dan mendongakkan wajah karena bau busuk pada dirinya. 
Hampir setiap saat mereka bertemu di depan taman kantor sang Pria Rapi saat sore hari , sebab di situ pula sang Pria kotor menghabiskan malamnya diantara bunga-bunga yang terdapat di taman itu. Saat mereka bersama tak jarang pria rapi itu membersihkan kotoran di tubuh si pria kotor. Hari demi hari sambil bercerita sang Pria rapi selalu membersihkan kotoran yang melekat pada tubuh pria kotor itu. Semakin tersentuhlah hati si Pria kotor dan semakin dia mengaggumi pribadi sang pria rapi. 
Dia menceritakan semua yang dialami nya dan dengan telaten Pria Rapi itu mendengar sesekali memberi petuah untuk si Pria Kotor. Semakin hari semakin besar perhatian yang di rasakan si Pria kotor dan merasa malu jika sang Pria rapi selalu membersihkan kotoran pada dirinya. Dengan bertekat bulat dia ingin merubah dirinya menjadi seorang yang bersih dari kotoran.dan ingin berpakaian seperti si pria rapi, dan bertingkah sepertinya. Tak di hiraukan cemoohan dari teman-teman sesama tuna wisma. Tak di pedulikan lagi bila ia harus membeli pakaian baru yang baru pertama kali selama hidup dia membeli baju baru. Dan tak di hiraukannya bila dia tak makan karena uang hasil mengemis dia belikan sebuah pakaian baru. Hingga suatu hari dia merasa ingin mengunjungi sang pria bersih di kantornya. Dengan pakaian yang bersih serta tubuh yang bersih dia melangkah membusungkan dadanya dan merasa dia akan seperti orang yang lainnya. Dia melihat kehidupan sang Pria rapi sangat bersahaja dengan teman-temannya. Dan Sang Pria kotor berharap dia menjadi bagian dari kehidupan itu. Sesampai depan kantor si Pria rapi, dia melihat dan memanggil sang Pria rapi. Sang Pria rapi keluar dan menemuinya.
“ Untuk apa kamu kemari?” tanya sang Pria rapi.
 “ Aku ingin melihatmu di tempat kamu biasa bekerja” jawab si pria kotor. 
“ Tak bisakah kita bertemu saja di taman, aku tak ingin teman-teman melihat aku bersama denganmu.” 
“ Tapi bukankah aku telah bersih, dan aku telah seperti tema-temanmu yang lain, dan lihat aku berpakaian sepertimu?”
 Sang Pria rapi melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki si Pria kotor. 
“ Kamu memang kelihatan telah bersih, tapi kamu tetap saja bau dan aku takut bau itu akan mengganggu teman-temanku. Bagaimanapun aku tak mau jika bau mu mengganggu temanku. Tidak cukupkah perhatianku kepadamu, mengapa engkau ingin mengganggu teman-temanku dengan baumu?” 
“ Tapi bukankah engkau tak pernah mempermasalahkan kotor dan bauku selama ini?”
 “ Untuk diriku aku tak mempermasalahkan tapi untuk teman-temanku aku tak mau mereka mengetahui bahwa aku berteman dengan orang seperti dirimu. Aku minta tolong pengertianmu jauhilah aku jika aku bersama teman-temanku. Selama ini sebenarnya aku hanya menjadikanmu sebagai sebuah observasi karena aku akan membuat sebuah tulisan mengenai kehidupan orang-orang seperti kalian. Maafkan aku.” 
“ Jadi selama ini perhatian yang kau berikan padaku hanya sebagai bentuk observasi juga, tapi aku melihat matamu tulus, apakah aku salah menilai dirimu?” 
“ Aku memang tulus memberi perhatian padamu, tapi aku tak mau jika itu di ketahui teman-temanku, maaf aku harus kembali ke teman-temanku. Aku tak bisa membawamu masuk dan mengenalkan mereka padamu.” 
Si pria kotor berdiri termangu menatap nanar kepergian sang Pria rapi yang selama ini di kaguminya. Perlahan air mata si pria kotor mengalir terpikir olehnya apa yang dikatakan sang pria rapi benar. 
Walaupun dia telah berganti baju atau pun telah mandi tapi tetap membekas dan akan terus membekas bahwa dia adalah tetap pria kotor. Dia merasa hancur mengetahui dia hanya sebagai sebuah observasi untuk sesuatu kepentingan bagi si pria rapi. 
Tapi perhatian yang dirasakan sangat membekas, karena selama hidup dia hanya mendapatkan perhatian yang sedemikian besarnya dari si pria rapi. Di tinggalkannya gedung itu dan dia menyadari bahwa dunianya bukan di dalam sana, dia terlalu berharap untuk diterima di dunia yang sangat di dambakannya, tetapi garis hidup telah membawa bahwa dia tak bisa masuk ke dunia si pria rapi. 
Maafkan aku Bila selama ini aku ingin memasuki kehidupanmu 
Menjadikan diriku seperti dirimu 
Mencoba menjadi seperti dirimu 
Tapi aku tahu aku tak akan seperti dirimu 
Aku bahkan tak bisa seperti orang di sekelilingmu 
Begitu bersahaja, berdedikasi dan berpribadi 
Sekuat mungkin aku berusaha 
Seakan jauh itu dari sentuhan 
Akhirnya aku tersadar 
Galaksiku bukan di situ 
Aku tak bisa memasuki tata suryamu 
Aku hanyalah benda asing yang ingin memasuki orbitmu 
Tapi biarkan aku melihatmu 
Dari tempatku sendiri 
Mengagumimu 
Mengagungkanmu 
Tanpa bisa menyentuhmu 
memandangmu saja 
setiap hari 
sudah lebih dari cukup 
menjadikan aku bersemangat 
untuk memulai hari 
terima kasih. 
tetap memandangmu 
membuatku jadi orang paling bahagia di dunia. 

Tanah grogot, 260410

Sabtu, 01 September 2012

Resensi : Akasia ( Disini ku temukan diriku )

Oleh : Goen Mitoro


Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya. Sebuah ungkapan yang sudah tak asing lagi kita dengar. Mungkin ungkapan itu ditujukan untuk buku yang isinya bagus tetapi sampulnya jelek atau biasa-biasa saja. Namun, ungkapan tadi sama sekali tidak berlaku untuk buku ini. Buku Akasia, di sini kutemukan diriku memiliki sampul yang sangat bagus yang merepresentasikan isinya. Sampulnya begitu menarik, membuat kita penasaran ingin segera melihat dan membaca isinya. Setelah membaca seluruh isi buku, ternyata patut diapresiasi bahwa buku ini tidak hanya bagus sampulnya, tetapi juga isinya.
Buku Akasia, berisi sebelas cerita pendek, antara lain mengisahkan tentang kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, pengorbanan seseorang terhadap sahabatnya, seseorang yang menemukan pendamping hidupnya atas kekuatan doa, dan kisah-kisah lainnya yang bisa membuat kita menemukan arti sebuah cinta , kasih sayang, persahabatan dan pengorbanan.

Kisah dalam setiap ceritanya mengalir sederhana dengan bahasa yang mudah dicerna. Meski ceritanya pendek, namun pembaca bisa berimajinasi seakan-akan membaca ringkasan sebuah novel. Makna setiap kisahnya begitu dalam.
Buku ini adalah buku pertama penulis sebagai tonggak kiprahnya dalam dunia tulis-menulis. Namun kemampuannya dalam menulis sudah benar-benar terasah. Semoga penulis semakin terpacu dan lebih bersemangat lagi dalam menghasilkan karya-karya lainnya.

Untuk mendapatkan buku ini, bisa memesan langsung kepada penulis melalaui sms ke nomor  081545439554. Sebutkan jumlah buku, nama pemesan dan alamat pengiriman.

Imam Dairoby Mashur, dapat di hubungi melalui :
Face Book      : Imam Dairoby Mashur
Twitter              : @idairoby
e-mail              : dairobyimam@yahoo.co.id
Blog                 : pojokidm.blogspot.com

Keutamaan Berkurban

 Sumber : Rumah Yatim Indonesia Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh uma...