Selasa, 13 September 2016

Keutamaan Berkurban





Hasil gambar untuk sapi dan kambing qurban

Idul Adha adalah puncak dari ibadah haji. Hari ini dirayakan tidak hanya oleh umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah Al-Mukaromah, tetapi juga dirayakan dengan penuh suka cita oleh umat muslim di seluruh dunia. Hari raya ini disebut juga Hari Raya Qurban, dimana pada hari itu bagi setiap hamba-Nya yang mampu dianjurkan untuk menunaikan  kewajibannya menyembelih hewan qurban.


Penyembelihan hewan qurban sebagai rasa syukur kita kepada Alloh SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita semua, juga sebagai jalan untuk medekatkan diri kita kepada Alloh SWT  untuk mencapai status takwa (muttaqin).


“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban.” (QS. Al-Kautsar :1-2)


Adapun hikmah dan keutamaan qurban sebagai berikut:


1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.”(HR. Ahmad dan ibn Majah)


2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Id kami.” 

(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)


3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebagai qurban di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi)


4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” (HR. Muslim)


5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS : Al Kautsar : 2)

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” ( QS : Al An’am : 16)


6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS Al Hajj : 34)


7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia “Hai Ibrahim", sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash Shaffat : 102 - 107)

Senin, 22 Agustus 2016

Puisi 21082016

# 1

Letak kan lara hari kemarin
Sambut bahagia yg datang di ujung senja
Genggam erat
Karena pekat malam mungkin akan hadirkan kenangan

# 2

Mendung menggelayuti senja
Biarkan dia memilih
Badai yg kan datang
Atau
Berlalu menyambut cerah

# 3

Pada kenangan indah kita
Tak mungkin lagi kan berulang
Pada kenangan pahit kita
Biarlah dia terkubur rapi
Kini aku menjalani jalanku
Bahagiaku
Bukan bahagia kita lagi
Kepahitanku
Bukan kepahitan kita lagi
Relakan aku membaginya
Pada jiwa yang lain
Yang sanggup menemaniku
Menghadapi dan mengarungi
Saat manis dan pahit kehidupan


# 4

Sementara biarkan lapar terlupa
Seperti yang pernah ibu ajarkan
Tuhan bagi siapa saja
Meskipun kita pengemis pinggiran jalan
Doa kita pun pasti Ia dengarkan
Bila kita pasrah diri, tawakal
Esok hari perjalanan kita
Masih sangatlah panjang
 

Selasa, 16 Agustus 2016

Rotan

Tas Anjat (tas khas suku dayak )

Rotan adalah sekelompok palma dari puak (tribus) Calameae yang memiliki habitus memanjat, terutama Calamus, Daemonorops, dan Oncocalamus. Puak Calameae sendiri terdiri dari sekitar enam ratus anggota, dengan daerah persebaran di bagian tropis Afrika, Asia dan Australasia. Ke dalam puak ini termasuk pula marga Salacca ( misalnya salak), Metroxylon (misalnya rumbia/sagu), serta Pigafetta yang tidak memanjat, dan secara tradisional tidak digolongkan sebagai tumbuhan rotan.

Batang rotan biasanya langsing dengan diameter 2–5 cm, beruas-ruas panjang, tidak berongga, dan banyak yang dilindungi oleh duri-duri panjang, keras, dan tajam. Duri ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari herbivora, sekaligus membantu pemanjatan, karena rotan tidak dilengkapi dengan sulur. Suatu batang rotan dapat mencapai panjang ratusan meter. Batang rotan mengeluarkan air jika ditebas dan dapat digunakan sebagai cara bertahan hidup di alam bebas. Badak jawa diketahui juga menjadikan rotan sebagai salah satu menunya.

Sebagian besar rotan berasal dari hutan di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Borneo, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Indonesia memasok 70% kebutuhan rotan dunia. Sisa pasar diisi dari Malaysia, Filipina, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Rotan cepat tumbuh dan relatif mudah dipanen serta ditransprotasi. Ini dianggap membantu menjaga kelestarian hutan, karena orang lebih suka memanen rotan daripada kayu.


Beberapa Kerajinan Rotan : 

 nampan rotan

 tas rotan

gelang simpul akar rotan2


gelang rotan 


gelang simpul akar rotan1 

Topi Rotan khas dayak

Pemesanan kerajinan rotan bisa hubungi WA 081241713764 Oleh2borneo atau via TOKOPEDIA



Senin, 15 Agustus 2016

Manfaat Kayu Gaharu

Gaharu mempunyai kandungan damar wangi yang akan mengeluarkan aroma harus yang khas. Aromanya itulah yang sangat digemari oleh sebagian basar masyarakat Timur Tengah,Uni Emirat, Saudi Arabia, Yaman, Korea , Oman, Jepang  dan daratan Cina. Selain itu, kayu gaharu juga memiliki kelebihan lainnya untuk berbagai kebutuhan lainnya.


 https://www.tokopedia.com/oleh2borneo/tasbih-gaharu-33

Selasa, 10 Mei 2016

Belajar Kearifan Burung Enggang




Enggang (hornbill), atau Buceros rhinoceros, sejenis burung yang besar badannya dan paruhnya panjang. Yang jantan memiliki mata berwarna merah atau oranye, dan yang betina bermata putih. Panjangnya mencapai 122 cm. Dapat hidup hingga 35 tahun. Bisa dijumpai di Malaysia, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

Dalam budaya Kalimantan, burung enggang (tingan) merupakan simbol “Alam Atas” yaitu alam kedewataan yang bersifat “maskulin”. Di Kalimantan, burung enggang sakti dipakai sebagai lambang daerah atau simbol organisasi seperti di Lambang Negeri Sarawak, Kalimantan Tengah, Simbol Universitas Lambung Mangkurat dan sebagainya. Burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran pada budaya Dayak, sedangkan dalam budaya Banjar, burung enggang diukir dalam bentuk tersamar (didistilir) karena budaya Banjar tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang melarang adanya ukiran makhluk bernyawa.
 
Selain itu tahukah anda bahwa burung enggang merupakan burung yang setia pada pasangannya dimana burung enggang jantan tak akan pernah berganti pasangan seumur hidupnya. Perlu diketahui juga bahwa pada saat mereka membesarkan anak-anak mereka maka pejantan dan betinanya melakukan peranannya masing-masing. Pada masa-masa ini pejantan akan bertugas mencari makanan berupa buah-buahan, kadal, kelelawar, tikus, ular dan berbagai jenis serangga sedangkan sang betinanya akan bertugas untuk menjaga anak-anaknya di dalam sarang. Hal ini akan mereka lakukan selama anak mereka belum bisa terbang.